Arkeolog Temukan Mumi Remaja di Luxor, Terkubur dengan Perhiasan Mewah

Kompas.com - 04/05/2020, 08:03 WIB
Mumi tersebut merupakan remaja yang diprediksi berusia 15-16 tahun. Ia diperkirakan meninggal dunia pada 1580 ? 1550 SM. Egyptian Ministry of Tourism and Antiquities Mumi tersebut merupakan remaja yang diprediksi berusia 15-16 tahun. Ia diperkirakan meninggal dunia pada 1580 ? 1550 SM.

KOMPAS.com – Para arkeolog di Mesir menemukan mumi kuno seorang remaja yang terkubur bersama perhiasan mewah.

Egyptian Ministry of Tourism and Antiquities (Kementerian Pariwisata dan Barang Antik Mesir) menyebutkan perhiasan tersebut antara lain kalung yang terbuat dari manik-manik (beads) dan anting yang terbuat dari tembaga.

Mengutip Live Science, Senin (4/5/2020), mumi tersebut merupakan remaja yang diprediksi berusia 15-16 tahun. Ia diperkirakan meninggal dunia pada 1580 – 1550 SM.

Baca juga: Seekor Ular Raja Kena Penyakit Jamur dan Bikin Wajahnya Mirip Mumi

Selain perhiasan, mumi remaja tersebut juga dilengkapi dengan sepasang sandal kulit. Sandal tersebut berwanra merah dengan gambar Dewa Bes, sepasang kucing, dan beberapa gambar lainnya.

“Sandal tersebut masih dalam kondisi sangat baik, meski berusia 3.600 tahun,” tutur kepala peneliti Jose Galan.

Sandal inilah yang menentukan jenis kelamin dan usia mumi tersebut. Galan mengatakan sandal tersebut biasa digunakan untuk olahraga atau koreografi tarian.

Salah satu kalung memiliki panjang 70 sentimeter, dibuat dari manik-manik berwarna gelap dan biru.Egyptian Ministry of Tourism and Antiquities Salah satu kalung memiliki panjang 70 sentimeter, dibuat dari manik-manik berwarna gelap dan biru.

Mumi tersebut ditemukan ketika tengah menggali makam Jenderal Djehuti, yang mengabdi pada Raja Thutmose III.

Mumi remaja perempuan tersebut terletak di West Bank dari Luxor. Meski mumi tersebut telah tersimpan ribuan tahun lamanya, perhiasan yang menyertainya masih utuh dan dalam kondisi sangat baik.

Beberapa buah cincin juga termasuk dalam perhiasan tersebut. Salah satu cincin terbuat dari tulang, sementara cincin lainnya terbuat dari logam dengan mata cincin berwarna biru terang.

Kalung lainnya bahkan memenuhi standar perhiasan zaman modern: memiliki panjang 61 sentimeter dengan 74 buah manik-manik dan batu alam. Mulai dari amethyst, carnelian, amber, blue grass, dan quartz.Egyptian Ministry of Tourism and Antiquities Kalung lainnya bahkan memenuhi standar perhiasan zaman modern: memiliki panjang 61 sentimeter dengan 74 buah manik-manik dan batu alam. Mulai dari amethyst, carnelian, amber, blue grass, dan quartz.

Sama seperti cincin tersebut, tiap kalung juga memiliki keunikan. Salah satu kalung memiliki panjang 70 sentimeter, dibuat dari manik-manik berwarna gelap dan biru.

Kalung kedua memiliki panjang 62 sentimeter, terbuat dari manik-manik berwarna hijau dan transparan.

Baca juga: Bukti Penyakit Jantung Ditemukan pada Mumi Berusia 4.000 Tahun

Kalung lainnya bahkan memenuhi standar perhiasan zaman modern: memiliki panjang 61 sentimeter dengan 74 buah manik-manik dan batu alam. Mulai dari amethyst, carnelian, amber, blue grass, dan quartz.

Peti mati mumi tersebut memiliki panjang 1,75 meter, terbuat dari bonggol kayu sycamore. Saat kematian remaja tersebut, tampak petinya telah dicat dengan warna merah.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peneliti Ungkap Asal-muasal Kalsium pada Tulang dan Gigi Manusia

Peneliti Ungkap Asal-muasal Kalsium pada Tulang dan Gigi Manusia

Oh Begitu
Terinspirasi Covid-19, Spesies Jamur Parasit Baru Diberi Nama Karantina

Terinspirasi Covid-19, Spesies Jamur Parasit Baru Diberi Nama Karantina

Fenomena
Kasus Corona Meningkat, Bisakah Pembuatan Vaksin Dipercepat?

Kasus Corona Meningkat, Bisakah Pembuatan Vaksin Dipercepat?

Oh Begitu
Di Masa Depan Teknologi AI Ruang Angkasa Bermanfaat untuk Kemanusiaan, Kok Bisa?

Di Masa Depan Teknologi AI Ruang Angkasa Bermanfaat untuk Kemanusiaan, Kok Bisa?

Fenomena
Masa Inkubasi Virus Corona Bisa Lebih Lama, Studi Jelaskan

Masa Inkubasi Virus Corona Bisa Lebih Lama, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Bukan di Istana Merdeka, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Dilakukan di Tempat Ini

Bukan di Istana Merdeka, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Dilakukan di Tempat Ini

Oh Begitu
Mengapa Hanya 10 Persen Orang Kidal di Dunia? Berikut Penjelasannya

Mengapa Hanya 10 Persen Orang Kidal di Dunia? Berikut Penjelasannya

Oh Begitu
Penjelajah Mars Milik NASA Dilengkapi Alat Pengubah CO2 Menjadi Oksigen

Penjelajah Mars Milik NASA Dilengkapi Alat Pengubah CO2 Menjadi Oksigen

Oh Begitu
Mengapa Donasi Susu Formula Saat Pandemi Covid-19 Berbahaya?

Mengapa Donasi Susu Formula Saat Pandemi Covid-19 Berbahaya?

Kita
Berkat Setan Tasmania, Ada Titik Terang Pengobatan Kanker pada Manusia

Berkat Setan Tasmania, Ada Titik Terang Pengobatan Kanker pada Manusia

Oh Begitu
Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas di Antartika Ilmuwan Kurangi Personel

Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas di Antartika Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
komentar
Close Ads X