Cegah Penularan Corona, Ini Tips BPOM untuk Pedagang Sayur Keliling

Kompas.com - 21/04/2020, 17:31 WIB
Farid, salah satu pedagang sayur dari Kelompok Etek Lawu yang tetap berjualan saat pandemi virus corona saat ditemui di Pasar Sayur Magetan, Senin (6/4/2020). Kompas.com/SukocoFarid, salah satu pedagang sayur dari Kelompok Etek Lawu yang tetap berjualan saat pandemi virus corona saat ditemui di Pasar Sayur Magetan, Senin (6/4/2020).


KOMPAS.com- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah diberlakukan di beberapa wilayah di Indonesia, sebagai upaya untuk mencegah penularan virus corona. Kendati demikian, aktivitas yang berkaitan dengan pangan tidak dilarang, termasuk perdagangan sayur keliling.

Penerapan PSBB ini memberikan arahan agar aktivitas masyarakat untuk dapat seminimal mungkin melakukan kegiatan di luar rumah.

Termasuk untuk bekerja, belajar, beribadah dan lain sebagainya, dengan tujuan mencegah terjadinya transmisi atau penularan Covid-19 yang lebih masif lagi di masyarakat.

Baca juga: Meski Sedang Wabah Corona, Jangan Cuci Buah dan Sayur dengan Sabun

Di tengah wabah pandemi Covid-19 saat ini, perdagangan sayur keliling tetap dapat beraktivitas di luar rumah, tidak hanya karena kebutuhan pedagangnya saja untuk mendapatkan rupiah.

Namun, banyak pula masyarakat yang memilih membeli dari pedagang sayur keliling sebagai alternatif berbelanja karena tidak perlu jauh ke luar dari rumah.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X