Hingga Besok, WIlayah Ini Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin

Kompas.com - 01/04/2020, 11:00 WIB
Ilustrasi hujan di daerah tropis. SHUTTERSTOCKIlustrasi hujan di daerah tropis.

 

KOMPAS.com - Meski April disebut sebagai awal peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, tetapi beberapa wilayah Indonesia masih berpotensi terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan kilat atau petir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) memprediksikan cuaca hujan lebat disertai angin kencang dan kilat atau petir itu terjadi hingga Kamis (2/4/2020) di sejumlah wilayah Indonesia.

Pelaksana Deputi Bidang Meteorologi Dr Widada Sulistya, DEA mengatakan, adanya intrusi udara kering dari Belahan Bumi Utara (BBU) melintasi wilayah Samudra Pasifik Utara Papua.

"Keadaan ini menyebabkan daerah di depan muka intrusi kondisi udara menjadi lebih lembab," kata Widada.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Hujan Deras, Kenapa Langit Sangat Gelap?

Massa udara basah di lapisan rendah terkonsentrasi di sebagian besar wilayah Indonesia kecuali di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kep. Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Maluku Utara, dan Maluku.

Selain itu, ada daerah yang memiliki potensi konvektif dari faktor lokal dengan nilai indeks labilitas atmosfer sedang atau kuat di 17 Provinsi di Indonesia.

Terdapat daerah tekanan rendah di Samudera Hindia Barat Daya Sumatera serta sirkulasi siklonik diSamudra Hindia Selatan Jawa Timur.

"Konvergensi memanjang dari Sumatera barat hingga Bengkulu, di Laut Timor," ujar dia.

Menyisakan daerah belokan angin terdapat di Sumatera Bagian Tengah, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Maluku Utara dan Samudra Pasifik Utara Papua.

Low Level Jet dengan kecepatan angin mencapai lebih dari 25 knot di Samudera Hindia Barat Sumatera dan Samudra Pasifik Timur Philipina.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Hari Ini: Setelah Banten dan Jakarta, M 5,2 Guncang Laut Bengkulu

Gempa Hari Ini: Setelah Banten dan Jakarta, M 5,2 Guncang Laut Bengkulu

Fenomena
Mirip Penguin Purba, Burung Raksasa Ini Tingginya Lebih dari 2 Meter

Mirip Penguin Purba, Burung Raksasa Ini Tingginya Lebih dari 2 Meter

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,4 Guncang Rangkasbitung, Terasa hingga Jakarta

Gempa Hari Ini: M 5,4 Guncang Rangkasbitung, Terasa hingga Jakarta

Fenomena
Pakar Tektonik ITB: Gempa Rangkasbitung Bukan Gempa Megathrust

Pakar Tektonik ITB: Gempa Rangkasbitung Bukan Gempa Megathrust

Fenomena
Mengenal Jenis Vaksin Kucing dan Penyakit yang Sering Dialami Si Pus

Mengenal Jenis Vaksin Kucing dan Penyakit yang Sering Dialami Si Pus

Oh Begitu
Wabah Pes Muncul di China, Dulu Sebabkan ‘Black Death’ yang Tewaskan Jutaan Jiwa

Wabah Pes Muncul di China, Dulu Sebabkan ‘Black Death’ yang Tewaskan Jutaan Jiwa

Fenomena
Petir Bunuh 147 Orang India, Bagaimana Udara Panas dan Lembap Memicunya?

Petir Bunuh 147 Orang India, Bagaimana Udara Panas dan Lembap Memicunya?

Oh Begitu
Seri Baru Jadi Ortu: Benarkah Bayi Mewarisi Alergi dari Orangtua?

Seri Baru Jadi Ortu: Benarkah Bayi Mewarisi Alergi dari Orangtua?

Oh Begitu
Semua Jenis Kucing Wajib Divaksin, Ini Alasannya

Semua Jenis Kucing Wajib Divaksin, Ini Alasannya

Oh Begitu
Muncul Wabah Pes di China, Warga Mongolia Dilarang Makan Hewan Marmot

Muncul Wabah Pes di China, Warga Mongolia Dilarang Makan Hewan Marmot

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 6,1 Guncang Pulau Jawa, Bali, Lombok, dan Sebagian Sumatera

Gempa Hari Ini: M 6,1 Guncang Pulau Jawa, Bali, Lombok, dan Sebagian Sumatera

Fenomena
Diprediksi Oktober Covid-19 di AS Melonjak, Masker Bisa Kurangi Potensi Kematian

Diprediksi Oktober Covid-19 di AS Melonjak, Masker Bisa Kurangi Potensi Kematian

Fenomena
Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Prof Cilik
Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X