Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mengapa Pria Lebih Rentan Mengalami Kebotakan Dibanding Wanita?

KOMPAS.com - Kebotakan adalah masalah umum yang dapat memengaruhi siapa saja. Namun, seringkali kita melihat pria yang mengalami kebotakan lebih sering daripada wanita.

The American Hair Loss Association menemukan Alopecia androgenetika atau MPB adalah penyebab utama kerontokan rambut pada pria, mencapai lebih dari 95 persen.

Pada usia 35 tahun, sekitar dua pertiga pria di Amerika mengalami kerontokan rambut yang signifikan, dan pada usia 50 tahun, sekitar 85 persen pria mengalami penipisan rambut yang signifikan.

Mengapa pria lebih sering mengalami kebotakan?

Genetika memiliki peran yang signifikan

Dilansir dari Science ABC, Senin (25/9/2023), pola kebotakan pada pria adalah sifat genetik. Kondisi ini bersifat poligenik, artinya dipengaruhi oleh banyak gen.

Para peneliti telah mengidentifikasi varian-gen spesifik yang terkait dengan peningkatan risiko kebotakan pada pola pria. Salah satu gen tertentu adalah gen AR, yang terletak pada kromosom X.

Gen AR merupakan singkatan dari Gen Reseptor Androgen.

Gen ini mengkodekan protein yang disebut Reseptor Androgen, protein yang memiliki peran penting dalam perkembangan organ seksual dan ciri-ciri fisik pria.

Tugas utama Reseptor Androgen adalah mendeteksi hormon testosteron dan dihidrotestosteron (DHT), keduanya sering disebut sebagai hormon pria.

Banyak organ dan sel memiliki Reseptor Androgen, dan akibatnya, mereka sensitif terhadap testosteron, termasuk folikel rambut.

DHT merupakan turunan dari testosteron, dan efeknya pada rambut adalah kemampuannya dalam menyebabkan folikel rambut menyusut dan rambut menjadi semakin tipis seiring berjalannya waktu, sebuah proses yang dikenal sebagai miniaturisasi folikel rambut.

Pola pewarisan genetik menjelaskan mengapa kebotakan pria lebih umum terjadi daripada pada wanita.

Pria menerima satu kromosom X dari ibu dan satu kromosom Y dari ayah mereka. Ini memberi mereka peluang lebih besar untuk menerima gen terkait kebotakan dari sisi ibu mereka.

Di sisi lain, wanita menerima dua kromosom X, satu dari setiap orang tua. Jika salah satu kromosom X mengandung gen terkait kebotakan, sementara kromosom X yang lain tidak, maka efek gen kebotakan mungkin tidak tampak.

Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua pria yang membawa gen terkait kebotakan akan mengalami kerontokan total.

Ada beberapa gen yang terlibat, dan bagaimana interaksi antara mereka memengaruhi pertumbuhan rambut akan menentukan sejauh mana rambut akan hilang.

Tak pengaruhi wanita

Selain faktor genetik, produksi DHT dan testosteron pada wanita secara umum jauh lebih rendah dibandingkan dengan pria. 

Selain itu, wanita memiliki tingkat hormon estrogen dan progesteron yang lebih tinggi dalam tubuh mereka. Kedua hormon ini memiliki peran pelindung dalam menjaga kesehatan folikel rambut dan memastikan mereka tetap berfungsi dengan baik.

Kerontokan rambut pola pada wanita biasanya terjadi selama atau setelah masa menopause, ketika kadar hormon estrogen dan progesteron cenderung menurun secara signifikan. 

Kondisi dapat menjadi tanda menurunnya tingkat kesuburannya, seperti yang dikutip dari University of Melbourne pada Senin (25/9/2023).

https://www.kompas.com/sains/read/2023/09/25/163600123/mengapa-pria-lebih-rentan-mengalami-kebotakan-dibanding-wanita-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke