Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

11 Gejala Long Covid-19, Bisa Bertahan Berbulan-bulan

KOMPAS.com – Bagi beberapa orang, infeksi Covid-19 dapat menimbulkan gejala yang berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, meski infeksinya sudah hilang.

Kondisi ini disebut sebagai sindrom pasca Covid-19 atau long covid. Kemungkinan mengalami long covid bisa jadi tidak terkait dengan tingkat keparahan saat terkena Covid-19.

Orang yang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala atau mengalami gejala ringan pun dapat mengalami long covid.

Gejala long covid ini bisa berbeda-beda antar individu. Secara umum, berikut adalah gejala long covid, dilansir dari Centers for Disease Control and Preventon (CDC).

1. Lemas dan kelelahan

2. Sulit konsentrasi

3. Sakit kepala

4. Hilang penciuman dan perasa

5. Pusing saat berdiri

6. Detak jantung lebih cepat

7. Nyeri dada

8. Batuk

9. Nyeri sendi atau otot

10. Depresi atau cemas

11. Demam

Sebenarnya, para ahli belum banyak mengetahui bagaimana Covid-19 dapat memengaruhi kondisi seseorang dari waktu ke waktu.

Beberapa pusat medis pun membuka pelayanan khusus untuk memberikan perawatan bagi orang yang mengalami gejala Covid-19 secara terus-menerus.

Adanya potensi masalah kesehatan jangka panjang dari infeksi virus corona membuat langkah pencegahan dan perlindungan harus semakin digalakkan.

Di samping gejala-gejala long covid tersebut, Covid-19 juga bisa menyebabkan kerusakan organ vital di luar paru-paru.

Meski Covid-19 dipandang sebagai penyakit yang menyerang paru-paru, ia juga dapat merusak banyak organ lainnya. Organ yang mungkin rusak akibat Covid-19 adalah paru-paru, jantung, dan otak.

Orang yang telah pulih dari Covid-19 dapat mengalami kerusakan permanen pada jantung sehingga penyakit ini dapat meningkatkan risiko gagal jantung.

Pada paru-paru, Covid-19 dapat menyebabkan kantung udara kecil (alveoli) di paru-paru tidak lagi berfungsi.

Jaringan parut yang terbentuk dapat menyebabkan masalah pernapasan untuk waktu yang panjang, sebagaimana dilansir dari MayoClinic.

Sementara itu, pada otak, Covid-19 dapat memicu penyakit stroke, kejang, dan sindrom Guillain Barre, yakni kondisi yang menyebabkan kelumpuhan sementara.

Orang dewasa dan anak-anak yang terinfeksi Covid-19 juga berisiko mengalami sindrom inflamasi multisistem.

Dalam kondisi sindrom inflamasi multisistem, beberapa organ dan jaringan menjadi sangat meradang.

Sindrom lain yang mungkin dialami seseorang setelah pulih dari Covid-19 adalah sindrom pernapasan akut.

Sindrom ini merupakan gangguan kompleks yang ditandai dengan kelelahan ekstrem yang yang kian memburuk dan mengganggu aktivitas fisik serta mental.

https://www.kompas.com/sains/read/2021/06/21/120200123/11-gejala-long-covid-19-bisa-bertahan-berbulan-bulan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke