Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal "Dewatering", Proses Membebaskan Galian Proyek dari Air Tanah

Kompas.com - 11/02/2023, 14:00 WIB
Muhdany Yusuf Laksono

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap lokasi proyek infrastruktur harus terjaga dan bebas dari genangan air tanah. Apalagi jika proses konstruksi berlangsung saat musim hujan.

Untuk itu, kontraktor proyek perlu menerapkan Dewatering agar hasil konstruksi bisa maksimal dan berjalan sesuai target penyelesaian.

Mengutip informasi dari unggahan akun Instagram resmi Kementerian PUPR, Dewatering merupakan proses pembebasan area konstruksi dari aliran air tanah.

Sehingga area galian proyek tetap kering selama proses konstruksi berlangsung.

Karena Dewatering dapat mengendalikan kestabilan tanah, mencegah penggembungan tanah, perembesan, erosi buluh, dan risiko sand boil.

Baca juga: Perkerasan Aspal dan Beton di Jalan Tol, Apa Bedanya?

Dalam penerapannya, terdapat tiga metode Dewatering sesuai dengan kondisi tanahnya. Berikut selengkapnya:

1. Metode Predrainage

Prinsip kerja:

Menurunkan muka air sebelum melakukan pekerjaan penggalian.

Aplikasi:

  • Pada tanah berkarakteristik tanah lepas, cadas lunak dengan banyak celah, dan tanah berbutir seragam.
  • Pada tanah yang sensitif terhadap erosi, dan pada area yang memiliki saluran pembuangan air dan memiliki debit rembesan cukup besar.

2. Metode Pumping

Prinsip kerja:

Mengumpulkan air permukaan dan air rembesan dari bagian tepi galian dengan menggunakan kolektor.

Baca juga: Mengenal Bendung Modular, Teknologi Konstruksi Tanpa Alat Berat

Kolektor berfungsi membuang air keluar dari galian dengan posisi kolektor yang terus mengikuti elevasi galian.

Aplikasi:

  • Pada tanah berkarakteristik padat, berkohesi, dan bergradasi baik.
  • Galian yang dikerjakan tidak dalam.

3. Metode Cut off

Prinsip kerja:

Memotong aliran air tanah dengan dinding pembatas agar area proyek terbebas dari air tanah.

Aplikasi:

  • Pada area proyek yang bersebelahan dengan gedung yang sensitif terhadap penurunan air tanah serta tidak mempunyai saluran pembuangan.
  • Pada karakteristik tanah berupa cadas lunak yang memiliki banyak celah, tanah lepas, dan tanah berbutir seragam.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com