Kompas.com - 23/09/2022, 09:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono minta agar Kolam Retensi Andir di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dihijaukan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang sudah selesai perlu diperhatikan aspek estetika dan diperbanyak tanamannya.

"Kalau sudah selesai, tolong lebih dirapikan, lanskap harus dilengkapi dengan tanaman yang indah, rindang dan produktif, seperti pohon pulai, angsana, pohon duren dan diperbanyak rumput juga," kata Menteri Basuki, Kamis (22/9/2022).

Kolam retensi ini dirancang sebagai tampungan air pengendali banjir yang biasa menggenangi wilayah Bandung Selatan seperti Dayeuhkolot dan Baleendah.

Adapun saat ini pembangunan Kolam Retensi Andir telah selesai 100 persen dan sudah memberikan manfaat dalam penanggulangan banjir Sungai Citarum sesuai rencana.

Baca juga: 4 Bendungan Garapan HK Tuntas Saat Kabinet Indonesia Maju Berakhir

Kolam Retensi Andir dibangun di lahan seluas 4,85 hektar dengan luas daerah tangkapan air 148,78 hektar dan volume tampungan hingga 160.000 meter kubik.

Kolam Retensi Andir dilengkapi 3 pompa berkapasitas 500 liter per detik untuk menyerap banjir, lalu dipompa kembali ke sungai setelah normal.

Kemudian terdapat empat polder yang juga sudah diselesaikan pembangunannya, meliputi Polder Cipalasari-1 dengan catchment area seluas 22 hektar dan volume tampungan 1.250 meter kubik.

Kemudian ada Polder Cipalasari-2 dengan catchment area 21 hektar dan volume 1.250 meter kubik, Polder Cijambe 137 hektar dan volume 1.250 meter kubik, dan Polder Cisangkuy 7,8 hektar dan volume 450 meter kubik.

Kolam Retensi Andir dan keempat polder tersebut dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air Kementerian PUPR, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Baca juga: 13 Bendungan Ditargetkan Kelar 2023, Ini Daftarnya

Pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor PT Adhi Karya sejak Desember 2020 dan selesai pada 2021 dengan nilai kontrak konstruksi Rp 141 miliar.

Kepala BBWS Citarum Bastari mengatakan infrastruktur tadi telah memberikan manfaat mengurangi daerah genangan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot dan Baleendah dari semula 242,6 hektar menjadi 32,3 hektar.

"Kalau dihitung kebermanfaatnya dapat melindungi genangan untuk 5.192 KK atau setara 15.973 jiwa, termasuk juga menjaga jalan kabupaten dan provinsi," papar Bastari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.