Kompas.com - 23/05/2022, 14:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Semakin tingginya investasi di jalan tol di Indonesia, mendorong sekumpulan warga sipil membentuk Indonesia Toll Road Watch (ITRW).

ITRW didirikan sebagai lembaga yang akan mengawal, mengkritisi dan menganalisa pengaruh pembangunan jalan tol beserta dampaknya baik positif ataupun negatif.

Dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (23/5/2022) Koordinator ITRW Deddy Herlambang mengatakan salah satu alasan didirikannya lembaga independen ini adalah penyelenggaraan jalan tol yang dinilai lebih berpihak kepada investor daripada konsumen.

Baca juga: Mungkinkah Jalan Tol di Indonesia Bebas Tarif Alias Gratis?

“Tarif tol dapat naik setiap 2 tahun sekali, namun tarif tol tidak pernah turun atau gratis bila pelayanan BUJT di bawah Standar Pelayanan Minimal (SPM),” ujar Deddy.

Selain itu, masih terlihatnya angka kecelakaan lalu lintas (lalin) yang tinggi. Sepanjang tahun 2021 contohnya, masih ada 790 kecelakaan yang terjadi di salah satu operator jalan tol di Indonesia yakni Jasa Marga.

Bahkan sesuai laporan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tahun 2021 setiap bulan terjadi 36 kecelakaan jalan tol ruas Cipali.

Masalah lain yang mendorong pembentukan ITRW adalah masih adanya beberapa ruas jalan tol masih sepi penggunanya akibat kurangnya kajian tarikan perjalanan.

“Meskipun investasi jalan tol sangat banyak, fungsi pengawasan hanya dilakukan oleh Pemerintah melalui BPJT Kementerian PUPR. Untuk keseimbangan kontrol maka peran perlu publik terlibat dalam pengawasan investasi jalan tol,” tambah Deddy.

ITRW sendiri resmi terbentuk pada 20 Mei 2022 dan memiliki delapan divisi yang akan menjalankan visi dan misi lembaga independen ini.

Masing-masing divisi di ITRW yakni divisi hukum dan advokasi, divisi perekonomian, divisi lingkungan, divisi edukasi dan pemberdayaan, divisi teknik sipil jalan/jembatan, divisi teknologi/IT, divisi MRLL (Manajemen Rekayasa Lalu Lintas) serta divisi umum.

Baca juga: Mengenal Singing Road, Jalan Tol Bernada Penghilang Kantuk

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.