Kompas.com - 27/08/2021, 07:00 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR PUPR Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumaan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan perumahan akan dilakukan dengan pendekatan kawasan terintegrasi.

"Bahwa ke depan pembangunan perumahan akan dilakukan dengan pendekatan kawasan yang mengintegrasikan penyediaan perumahan dengan prasarana dan sarana permukiman," kata Basuki dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (26/08/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tujuan dari pendekatan pembangunan berbasis kawasan tersebut adalah untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem dan menurunkan kasus stunting (kekurangan gizi) di Indonesia.

"Berdasarkan kajian bapak Menko PMK, pengentasan kemiskinan tidak bisa hanya dilakukan dengan bantuan sosia. Karenanya ada dua program untuk pengentasan kemiskinan yaitu subsidi dan pemberdayaan," jelas Basuki.

Baca juga: Basuki Incar 665.000 Orang Terlibat Program Padat Karya Tunai 2022

Untuk subsidi yaitu berupa bantuan sosial, sedangkan pemberdayaan yaitu dengan penyediaan prasarana dasar seperti perumahan, air minum, air bersih, sanitasi.

"Jadi pemberdayaan itulah yang ditugaskan kepada kami," jelasnya.

Basuki mengaku, Kementerian PUPR telah bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang ditugaskan untuk menurunkan stunting di Indonesia.

Pada tahun 2022 nanti, Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 triliun sebagai program penyediaan perumahan untuk masyarakat miskin atau yang tidak mampu membeli rumah.

Selain itu, dialokasikan juga anggaran sebesar Rp 28,2 triliun untuk program pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Adapun rincian dari total anggaran pembiayaan perumahan untuk tahun ini terdiri dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp 23 triliun dengan target 200.000 unit rumah.

Kemudian Subsidi Selisih Bunga (SSB) sebesar Rp 4,39 triliun, Bantuan Uang Muka Rp 810 miliar untuk 200.000 rumah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.