Malaysia Gandeng Inggris Rilis Panduan Terbaru Smart City

Kompas.com - 29/06/2021, 21:30 WIB
Petronas Tower, Kuala Lumpur, Malaysia. www.luxuo.comPetronas Tower, Kuala Lumpur, Malaysia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komitmen pemerintah Malaysia untuk mengubah kota-kotanya menjadi berkelanjutan dan cerdas, membuat negara ini meluncurkan panduan “Smart City Handbook: Malaysia”.

Panduan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Inggris dan diluncurkan secara virtual oleh Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Malaysia, Datuk Zuraida Kamaruddin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam panduan tersebut, dijelaskan seluk-beluk mengenai lanskap smart city di Malaysia, sambil memberikan contoh proyek yang ada di smart city Inggris.

Diuraikan pula Inggris dapat membantu Malaysia dalam memecahkan dan mengelola berbagai masalah dalam mengembangkan kota yang berkelanjutan dan cerdas.

Baca juga: Kembali Terpilih Jadi Wali Kota London, Sadiq Khan Andalkan Program Rumah Murah

Acara yang berlangsung secara virtual tersebut juga dihadiri oleh British High Commissioner untuk Malaysia Charles Hay.

Dalam sambutannya, Zuraida menjelaskan, mengubah kota-kota Malaysia menjadi smart city adalah agenda utama secara nasional.

Menurut Zuraida setelah diluncurkan pada September 2019, Malaysia Smart City Framework berfungsi sebagai referensi dan panduan bagi kota, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan dan menerapkan konsep smart city.

Kota-kota seperti Johor, Kuala Lumpur, Penang, Putrajaya dan Kota Kinabalu telah menginisiasi berbagai konsep smart city.

Beberapa di antaranya dibuat bekerja sama dengan negara asing seperti Inggris serta organisasi internasional lain seperti Mott MacDonald dan The United Nations Human Settlements Program (UN-Habitat).

Kementerian Perumahan Rakyat dan Pemerintah Daerah (KPKT) yang akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mencari fasilitator implementasi smart city.

“Dalam hal ini KPKT mencari kemitraan strategis dan peluang investasi untuk membantu pembiayaan smart city,” kata Zuraida.

Sementara itu, Charles Hay mengatakan, Inggris dan Malaysia telah lama menjalin hubungan bilateral yang luas sehingga peluncuran buku panduan ini adalah contoh yang bagus dari kemitraan modern.

“Urbanisasi terjadi dengan cepat hampir di seluruh dunia. Kami punya banyak pengalaman untuk dibagikan, terutama di bidang inovasi, teknologi digital, Internet of Things (IoT) dan artificial intelligence (AI),” jelas Hay.

Dia mengungkapkan, Inggris secara aktif bekerja dengan otoritas pembangunan di Melaka dan Iskandar Malaysia di bawah Program Kota Masa Depan Global 2019-2022 yang dibiayai Dana Kemakmuran Inggris.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.