Belanja Online pada Masa Pandemi Mendorong Kenaikan Permintaan Gudang

Kompas.com - 26/06/2021, 16:00 WIB
Ilustrasi belanja online. FREEPIK/SNOWINGIlustrasi belanja online.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi virus Corona ternyata turut memengaruhi kenaikan permintaan properti, terutama untuk dijadikan gudang.

Pandemi mengubah kebiasaan banyak orang dalam cara berbelanja. Bila dulu, untuk belanja kebutuhan pokok orang akan pergi ke pasar swalayan, kini mereka lebih memilih berbelanja online.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tingkat belanja online yang semakin meningkat ini memaksa produsen barang kebutuhan pokok untuk menambah kapasitas gudang tambahan dan memikirkan kembali rantai distribusi. 

Berdasarkan survei dari Signifyd Inc, penjualan online meningkat hingga 40 persen antara 26 Mei dan 1 Juni 2021, jika dibandingkan dengan periode 24 Februari dan 1 Maret.

Baca juga: 5 Top Pengembang Teratas Indonesia Berdasarkan Penjualan Kuartal I

Direktur Internasional Solusi Rantai Pasokan & Logistik JLL Chicago Rich Thompson mengatakan, perubahan ini otomatis meningkatkan permintaan properti industri sehingga produsen bisa memperpendek jarak dengan pelanggan.

“Pertumbuhan e-commerce yang eksponensial telah mendorong permintaan akan properti industri selama 10 tahun terakhir. Lonjakan aktivitas belanja online sejak pandemi sangat memengaruhi itu,” kata Thompson.

Sewa properti di Amerika Serikat selama kuartal pertama tahun 2020 berada pada level tertinggi dalam tiga tahun. Bila dibandingkan tahun lalu, bahkan meningkat hingga 11,8 persen.

“Peningkatan tiba-tiba belanja online, terutama untuk makanan, barang konsumsi, produk kesehatan dan farmasi, terjadi secara global,” kata Presiden Pialang Industri, JLL, Craig Meyer.

Hal tersebut menurut Meyer menyebabkan permintaan properti gudang terutama untuk disewakan dalam jangka pendek terjadi tak hanya di Amerika namun juga di kawasan Asia-Pasifik dan di Eropa.

Berinvestasi untuk memiliki gudang distribusi yang lebih dekat dengan pusat pelanngan maupun pelabuhan bisa membantu meminimalisasi gangguan selama terjadinya krisis.

Hal ini berarti, harus ada diversifikasi transportasi, misalnya menggunakan kereta api dan mengurangi ketergantungan distribusi pada truk.



Sumber JLL
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.