Ada Insentif PPN dan DP 0 Persen, Apakah Sekarang Waktunya Beli Rumah?

Kompas.com - 14/06/2021, 14:00 WIB
Ilustrasi KPR SHUTTERSTOCKIlustrasi KPR

PANDEMI Covid-19 ternyata tidak menyurutkan minat masyarakat untuk membeli hunian. Hal ini terlihat dari laporan pencarian rumah pada portal properti Lamudi Indonesia selama Kuartal II-2020.

Pada Kuartal II-2020 yang merupakan masa awal penyebaran virus Corona, minat mencari rumah meningkat sebesar 83,76 persen jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya pada tahun yang sama.

Peningkatan tersebut bisa jadi karena adanya pembatasan sosial yang mendorong konsumen untuk mencari properti secara daring, namun hal ini mengindikasikan bahwa masih ada permintaan yang signifikan untuk properti.

Tapi, pada saat yang bersamaan kami juga melihat adanya pembatalan atau penundaan pembelian, khususnya pada masa awal pandemi.

Dalam upaya meningkatkan perekonomian, pemerintah telah mengeluarkan dua kebijakan yang dapat mendorong minat pembelian properti.

Pertama, relaksasi Loan to Value (LTV) yang memungkinkan seseorang bisa mendapatkan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan uang muka (DP) 0 persen dan kedua insentif pajak pembelian rumah (PPN).

Lantas ,dengan adanya dua kebijakan tersebut, apakah saat ini menjadi waktu yang terbaik untuk membeli rumah?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita pelajari detail dari insentif yang ditawarkan.

Stimulus pertama adalah PPN yang Ditanggung Pemerintah atau PPN-DTP pembelian rumah. Insentif ini berlaku untuk rumah tapak dan apartemen yang dibeli antara 1 Maret hingga 31 Agustus 2021.

Terdapat dua jenis PPN DTP, yakni 100 persen untuk unit di bawah Rp 2 miliar dan 50 persen untuk unit dalam kisaran harga Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X