BSI Salurkan Pinjaman Sindikasi Rp 693,83 Miliar untuk Proyek Kereta Api Makassar-Parepare

Kompas.com - 04/06/2021, 06:00 WIB
Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi; Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Edwin Syahruzad; Direktur Utama PT Celebes Railway Indonesia, Helmi Adam; Direktur Wholesale & Transaction Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Kusman Yandi; dan Direktur Teknik PT Celebes Railway Indonesia, M. Natsir Mardan dalam acara Penandatangan Perjanjian Fasilitas Sindikasi Pinjaman Berjangka Senior dan Pembiayaan musyarakah mutanaqisah (MMq) bertempat di The Ritz Carlton Ballroom, SCBD, Jakarta, Kamis (3/6/2021). Pembiayaan ini akan digunakan PT Celebes Railway Indonesia untuk pembangunan jalur Kereta Api Makassar?Parepare beserta infrastruktur pendukungnya. Panjang jalur kereta api mencapai 142 kilometer yang terbagi menjadi beberapa seksi dan 16 stasiun. BSIMenteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi; Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Edwin Syahruzad; Direktur Utama PT Celebes Railway Indonesia, Helmi Adam; Direktur Wholesale & Transaction Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Kusman Yandi; dan Direktur Teknik PT Celebes Railway Indonesia, M. Natsir Mardan dalam acara Penandatangan Perjanjian Fasilitas Sindikasi Pinjaman Berjangka Senior dan Pembiayaan musyarakah mutanaqisah (MMq) bertempat di The Ritz Carlton Ballroom, SCBD, Jakarta, Kamis (3/6/2021). Pembiayaan ini akan digunakan PT Celebes Railway Indonesia untuk pembangunan jalur Kereta Api Makassar?Parepare beserta infrastruktur pendukungnya. Panjang jalur kereta api mencapai 142 kilometer yang terbagi menjadi beberapa seksi dan 16 stasiun.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyalurkan pembiayaan sindikasi dalam proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Kereta Api Makassar-Parepare senilai Rp 693,83 miliar.

Dari keseluruhan nilai investasi itu, porsi BSI mencapai Rp 218,34 miliar. Selain BSI, pembiayaan sindikasi melalui pinjaman berjangka senior dan pembiayaan musyarakah mutanaqisah (MMq) tersebut juga dikucurkan oleh PT Indonesia Infrastructure Finance dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Pembiayaan ini akan digunakan PT Celebes Railway Indonesia (CRI) untuk pembangunan jalur Kereta Api Makassar–Parepare beserta infrastruktur pendukungnya.

Panjang jalur kereta api mencapai 142 kilometer yang terbagi menjadi beberapa seksi dan 16 stasiun.

Baca juga: Proyek KA Makassar-Parepare Dapat Pinjaman Rp 693 Miliar, Operasi 2022

Proyek ini merupakan KPBU pertama bagi Kementerian Perhubungan yang menggunakan dua skema sekaligus yang dikombinasikan; availibility payment (AP), dan sistem Syariah.

Dalam sindikasi ini, BSI berperan sebagai Joint Mandated Lead Arranger (JMLA), agen escrow dan agen jaminan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, pembiayaan sindikasi ini merupakan bentuk partisipasi nyata Perseroan membangun peradaban dan perekonomian bangsa melalui pengembangan infrastruktur yang menghubungkan antar-wilayah.

“BSI siap mengemban amanah ini untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dan selalu berkomitmen akan mendukung pengembangan infrastruktur untuk mendorong roda ekonomi Tanah Air," kata Herry, Kamis (03/06/2021).

Menurut Herry, kepercayaan memimpin sindikasi pembiayaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi BSI, karena dilakukan dengan sistem Syariah.

Baca juga: Beroperasi 2022, Intip Progres Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Pada sindikasi ini, akad yang digunakan adalah musyarakah mutanaqisah yaitu akad kerjasama antara dua pihak dalam kepemilikan aset, di mana porsi kepemilikan salah satu pihak berkurang disebabkan adanya pembelian secara bertahap oleh pihak lainnya (hishshah).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X