Ungguli Jepang dan Korea, Daya Tarik Industri Infrastruktur Indonesia Nomor 9 di Asia Pasifik

Kompas.com - 19/04/2021, 15:00 WIB
Interchange Kayuagung Jalan Top Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 kilometer. Jalan bebas hambatan ini merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS). Hingga saat ini, merupakan tol terpanjang di Indonesia. Hutama KaryaInterchange Kayuagung Jalan Top Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 kilometer. Jalan bebas hambatan ini merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS). Hingga saat ini, merupakan tol terpanjang di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia menempati posisi ke-9 di antara negara-negara Asia Pasifik dalam Infrastructure Risk/Rewards Index (RRI) 2021 dengan skor 60,4.

Peringkat ini mengungguli negara-negara kategori maju seperti Taiwan, Korea Selatan dan Jepang yang masing-masing berada di urutan 11, 12, dan 13.

Meski mengalahkan tiga negara maju, namun Indonesia masih berada di belakang jiran ASEAN lainnya macam Singapura nomor 2, Malaysia (4), Vietnam (5), bahkan oleh Filipina pun Indonesia terpaut satu level.

Sementara dalam skala lebih luas, Indonesia berada di tangga ke-21 di antara 105 negara lainnya di dunia.

RRI yang diterbitkan Fitch Solution ini mengukur dan memeringkatkan daya tarik suatu negara dalam konteks industri infrastruktur, berdasarkan keseimbangan antara risiko (risk) dan imbalan (rewards) saat masuk dan beroperasi.

Baca juga: Presiden Jokowi Ingin IKN Jadi Smart City Rujukan Dunia

Selain itu, juga menggabungkan karakteristik khusus industri dengan karakteristik pasar ekonomi, politik, dan operasional yang lebih luas.

"Kami menimbang masukan ini dalam hal pentingnya bagi pengambilan keputusan investor di Industri tertentu," tulis laporan Fitch Solution yang diterima Kompas.com, Senin (19/04/2021).

Iklim regulasi juga menjadi basis perkiraan dan analisa Fitch Solution dalam menyusun RRI. Seiring perkembangan regulasi dan perubahan pra-kiraan, skor indeks memberikan hasil yang sangat dinamis dan berwawasan ke depan.

Hasil RRI ini mencakup 105 negara dengan matriks yang terbagi dalam dua kategori.

Pertama adalah Rewards yang merupakan evaluasi terhadap potensi pertumbuhan industri (industry rewards), serta karakteristik industri makro dan atau negara yang secara langsung berdampak pada peluang bisnis (country rewards).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X