Kompas.com - 29/12/2020, 10:13 WIB
Gunung Merapi mengeluarkan letusan freatik terlihat dari Gerbang Tol Salatiga di Jawa Tengah, Jumat (1/6). Berdasarkan keterangan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), letusan Gunung Merapi terjadi pada pukul 08.20 WIB selama 20 menit dengan tinggi kolom 6.000 meter ke arah barat laut teramati dari PGM Jrakah. ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf/kye/18. Widodo S JusufGunung Merapi mengeluarkan letusan freatik terlihat dari Gerbang Tol Salatiga di Jawa Tengah, Jumat (1/6). Berdasarkan keterangan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), letusan Gunung Merapi terjadi pada pukul 08.20 WIB selama 20 menit dengan tinggi kolom 6.000 meter ke arah barat laut teramati dari PGM Jrakah. ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf/kye/18.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ramai di media sosial seorang warga mengaku mengalami pemaksaan rapid test berbayar di Gerbang Tol Salatiga Jalan Tol Semarang-Solo.

Warga tersebut mengaku terkena razia protokol kesehatan. Untuk dapat melanjutkan perjalanan,  dia bersama dengan dua keluarganya yang ada di dalam mobil diminta untuk melakukan rapid rest antibodi dan wajib membayar Rp 150.000 per orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, dia telah mengantongi surat hasil rapid rest antigen dari rumah sakit yang memang telah disiapkannya sejak awal sebelum berangkat ke Salatiga.

Warga itu pun lantas bertanya terkait mengapa hasil rapid test antigen yang tak digubris petugas dan malah diharuskan melakukan rapid test antibodi yang akurasinya justru di bawah standar.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Proyek Tol Lubuk Linggau-Bengkulu Berjalan Lancar

Petugas yang bersangkutan hanya menjawab bahwa ini merupakan kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda).

Petugas tersebut mengatakan, jika menolak untuk melakukan rapid test antibodi ini maka pengendara diminta untuk putar balik dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.

"Karena sudah tengah malam, kondisi capek dan ngantuk, kami males berdebat dan ikuti rapid test bayar bertiga Rp 450.000 dan tanpa diberi kuitansi pembayaran sebagai bukti resmi," kata seorang warga di media sosial, Selasa (29/12/2020).

PT Trans Marga Jateng selaku pengelola Jalan Tol Semarang-Solo membantah informasi pemaksaan rapid test antibodi di GT Salatiga tersebut.

Manager Administrasi PT Trans Marga Jateng Sarjono mengatakan informasi yang beredar itu dipastikan tidak benar aalias hoax.

Menurutnya, pemeriksaan protokol kesehatan di Ruas Jalan Tol Semarang-Solo hanya diadakan di Rest Area yaitu, Rest Area 429 A Ungaran, Rest Area 456 A dan B (Resta Pendopo 456) dan Rest Area 487 A dan B (Bale Nglaras).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.