Obligasi dan Sukuk WIKA Luber Peminat

Kompas.com - 03/12/2020, 17:17 WIB
Konstruksi Tol Serang-Panimbang dihentikan sementara selama 14 hari. Kementerian PUPRKonstruksi Tol Serang-Panimbang dihentikan sementara selama 14 hari.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA mengalami kelebihan permintaan ( oversubscribed) sebesar 2,5 kali pada penawaran obligasi dan sukuk mudharabah berkelanjutan tahap I senilai Rp 2 triliun.

Obligasi dan sukuk yang ditawarkan memiliki tenor 3, 5, dan 7 tahun dengan masing-maisng kupon 8,60 persen, 9,25 persen, serta 9,85 persen.

Direktur Keuangan WIKA Ade Wahyu mengatakan, kelebihan permintaan tersebut menunjukkan masih tingginya minat dan kepercayaan para investor pada saat dan Pasca- pandemi Covid-19 untuk berinvestasi di bidang  infrastruktur.

"Khususnya pada WIKA yang diproyeksi akan semakin positif pada tahun 2021 mendatang," ujar Ade dalam keterangan persnya, Kamis (3/12/2020).

Ade melanjutkan, dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk akan digunakan untuk refinancing (pembiayaan) komodo bonds dan alokasi kebutuhan modal kerja.

Baca juga: Duet WIKA-CNI Percepat Proyek Strategis Nasional Smelter Ferronickel

Menurut dia, model bisnis yang terintegrasi serta profil risiko yang terdiversifikasi WIKA siap membantu Pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia serta Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN).

Kesuksesan penawaran obligasi dan sukuk berkelanjutan tahap I ini juga didorong oleh optimisme Perseroan dalam mencapai target kontrak baru 2020 yang telah ditetapkan sebesar Rp 21,37 triliun.

Hingga November, Perseroan berhasil mencapai kontrak Rp 18 triliun atau telah terserap 84,22 persen dari target. 

Adapun kontribusi kontrak baru terbesar secara berturut-turut berasal dari segmen Infrastruktur dan gedung sebesar Rp 7,78 triliun.

Kemudian, sektor energi dan industrial plant sebesar Rp 5,62 triliun, industri Rp 4,10 triliun, dan properti sebesar Rp 509 miliar.

Perolehan kontrak besar diantaranya berasal dari proyek  Smelter Feronikel di Sulawesi Tenggara sebesar Rp 5,39 triliun, Jalan Tol Serang-Panimbang Rp 938 miliar, dan Bendungan Ameroro di Sulawesi Tenggara sebesar Rp 538 miliar.

Saat ini, Perseroan juga tengah mengikuti beberapa proses lelang proyek strategis yang tahun ini akan diumumkan kualifikasinya sesuai dengan portofolio, pengalaman, dan teknologi terkini.

Perseroan juga meyakini, industri konstruksi di Indonesia pada tahun 2021 akan kembali menggeliat seiring dengan pemulihan kondisi makro ekonomi.

"Sehingga, Perseroan yakin akan tumbuh signifikan pada tahun 2021," tegas Ade.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X