Sepanjang 2020, Kementerian ATR/BPN Terima 400 Aduan Masalah Tanah

Kompas.com - 14/11/2020, 09:00 WIB
Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil melambaikan tangan dari dalam mobilnya saat meninggalkan Pondok Modern Assalam, Warungkiara, Sukabumi, Jawa Barat, Junat (7/2/2020) KOMPAS.COM/BUDIYANTOMenteri ATR/BPN Sofyan Djalil melambaikan tangan dari dalam mobilnya saat meninggalkan Pondok Modern Assalam, Warungkiara, Sukabumi, Jawa Barat, Junat (7/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menerima 400 pengaduan permasalahan pertanahan sepanjang tahun 2020.

Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN Sunraizal membeberkan hal itu dalam konferensi pers virtual, Jumat (13/11/2020).

"Pada tahun 2020 ini cukup jauh menurun drastis, Insya Allah baru 400-an (hingga) bulan November ini," terang Sunraizal.

Dia menerangkan, 400 pengaduan permasalahan pertanahan tersebut dinilai turun signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Tercatat pada tahun 2017 hingga 2018, Kementerian ATR/BPN menerima lebih dari 1.000 aduan.

Baca juga: Sofyan Djalil Sebut Mafia Tanah Juga Gunakan Buzzer di Media Sosial

Kemudian, Kementerian ATR/BPN menerima kurang dari 1.000 pengaduan masalah pertanahan pada tahun 2019.

Meski begitu, Sunraizal tak menyebut angka spesifik pengaduan dari masyarakat pada tahun lalu.

Sunraizal merinci, masalah pertanahan yang paling banyak diadukan masyarakat adalah soal pelayanan 46 persen.

Kemudian disusul oleh permasalahan tanah sengketa 29 persen, 17 persen lainnya, administrasi sebanyak 2,8 persen, serta korupsi dan pungutan liar ( pungli) 3 persen.

Tak hanya tahun 2020, komposisi masalah yang paling banyak diadukan masyarakat hampir sama sejak tahun 2018 dan 2019.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X