Kompas.com - 10/11/2020, 14:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan membatalkan kepemilikan sertifikat di atas situ kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur (Jabodetabek-Punjur).

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil mengatakan, pembatalan kepemilikan sertifikat di atas situ masih dalam tahap identifikasi.

"Kalau situ itu kami sedang mengidentifikasi di mana saja. Kalau sertifikat situ-situ itu ada di air (akan) batalkan," tegas Sofyan dalam konferensi pers virtual, Selasa (10/11/2020).

Namun, hal yang menjadi permasalahan serius adalah ketika situ tersebut telah dilakukan pengerukan dan dijadikan rumah.

Penyelesaian pembatalan sertifikat tersebut akan membutuhkan waktu lebih lama dibanding yang masih berbentuk situ.

Pembatalan sertifikat di atas situ bertujuan untuk merevitalisasi kembali fungsi dari situ yang berfungsi menampung air hujan serta mencegah terjadinya banjir di kawasan Jabodetabek-Punjur.

Hal ini sebagaimana amanat dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2020 tentang Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jabodetabek-Pujur.

Perpres ini telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 13 April 2020 silam.

Baca juga: Sertifikat di Atas Situ Jabodetabek-Punjur akan Dibatalkan

Perpres tersebut diterbitkan untuk menangani masalah yang dihadapi di kawasan tersebut seperti banjir, kemacetan, permukiman kumuh, sanitasi, pengelolaan sampah, serta ketersediaan air bersih.

Presiden juga mengamanatkan pembentukan Lembaga/Badan Koordinasi Pengelolaan Kawasan Jabodetabek-Punjur untuk memperkuat koordinasi pengembangan dan pengelolaan kawasan Jabodetabek-Punjur.

Dalam struktur organisasinya, Menteri ATR/ Kepala BPN ditunjuk sebagai ketua dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai wakil.

Kemudian, tiga gubernur berperan sebagai Koordinator Wilayah, yaitu Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Banten, dan Gubernur Jawa Barat.

Selain itu, Lembaga/Badan Koordinasi ini akan dilengkapi dengan Project Management Office (PMO).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.