Kompas.com - 13/07/2021, 16:56 WIB
Artis peran dan anggota DPR RI Arzeti Bilbina. Dokumentasi pribadi.Artis peran dan anggota DPR RI Arzeti Bilbina.

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Arzeti Bilbina menegaskan menolak komersialisasi vaksin kepada masyarakat.

Anggota komisi IX DPR RI F-PKB menilai, Permenkes Nomor 19 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Permenkes Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 bertentangan dengan Undang Undang Dasar 1945.

Baca juga: Sukses sebagai Supermodel, Arzeti Bilbina Akui Tidak Dapat Dukungan dari Keluarga

"Seharusnya vaksin itu gratis. Kesehatan Itu hak dasar bagi setiap warga negara kita. Jangan diperjualbelikan," ujar Arzeti dalam keterangan tertulis, Selasa (13/7/2021).

Untuk diketahui, vaksinasi gotong royong untuk individu yang berbayar menuai polemik di masyarakat.

PT Kimia Farma (Persero) Tbk memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan vaksinasi individu atau vaksinasi berbayar yang semula akan dilaksanakan pada Senin 12 Juli 2021.

Lebih lanjut Arzeti mengatakan, Permenkes tersebut bukti bahwa Kementerian Kesehatan telah melakukan penyimpangan dan atau "abuse of power".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Arzeti Bilbina Masih Larang Kelima Anaknya Berpacaran

Karena itu, Arzeti meminta Kemenkes segera mencabut Permenkes No 19 Tahun 2021 tersebut, bukan menunda pelaksanaannya.

"Negara ataupun BUMN, dilarang untuk berbisnis dengan rakyat" ujar Arzeti.

Sebagai informasi, aturan mengenai vaksinasi berbayar tercantum dalam Permenkes Nomor 19 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Permenkes Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Baca juga: Arzeti Bilbina Ungkap Pernah Dimusuhi sama Anak dan Keluarga karena Ini

Dalam permenkes tersebut definisi Vaksinasi Gotong Royong diperluas, tidak hanya vaksinasi terhadap pekerja, keluarga atau individu lain dalam keluarga yang pendanaannya dibebankan pada badan hukum atau badan usaha.

Vaksinasi kepada individu yang biayanya dibebankan kepada yang bersangkutan juga masuk kategori Vaksinasi Gotong Royong.

Harga pembelian vaksin dalam program tersebut dipatok sebesar Rp 321.660 per dosis. Peserta vaksinasi juga akan dikenakan tarif pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Arzeti Bilbina Minta Sekolah Tatap Muka Dikaji Ulang

Dengan demikian, setiap satu dosis penyuntikan vaksin peserta harus mengeluarkan Rp 439.570. Karena dibutuhkan dua dosis vaksin, maka total biaya vaksinasi per individu sebesar Rp 879.140.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.