Pekerja Seni Kena Imbas Wabah Covid-19, Anang Desak Kemenparekraf Buat Terobosan

Kompas.com - 28/03/2020, 12:55 WIB
Anang Hermansyah saat ditemui usai babak Spektakuler Show Top 4 di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (11/2/2020). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAAnang Hermansyah saat ditemui usai babak Spektakuler Show Top 4 di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (11/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Anang Hermansyah mendesak Kementerian Parawisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) agar membuat terobosan baru di tengah pandemi virus corona di Indonesia.

Sebab, Anang menilai sektor ekenomi kreatif dan parawisata di Indonesia terkena imbasnya.

"Kafe, rumah karaoke dan tempat pertunjukan tutup. Banyak pekerja yang menggantungkan hidupnya di sektor ini. Kemenparekraf dapat membuat terobosan mengatasi masalah ini," kata Anang dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (28/3/2020).

Baca juga: Maia Estianty hingga Aming Lelang Barang Pribadi untuk Donasi Corona

 

Belum lagi, kata Anang, para pekerja seni yang menggantungkan hidupnya lewat petunjukkan di kafe-kafe itu memiliki cicilan bulanan alat musiknya.

Anang tak menampik bahwa bukan hanya pekerja seni yang terkena dampak dari pandemi Covid-19.

"Ini kenyataan yang diterima pekerja seni, sama seperti profesi lainnya yang juga terimbas wabah virus corona," kata Anang.

Baca juga: Galang Dana Lawan Pandemi Covid-19, Augie Fantinus Masukkan 1.000 Poin Bola Basket

Penyanyi asal Jember itu menilai bila Kemenparekraf membuat gebrakan, para pekerja seni dapat bertahan di situasi ini.

"Perlu ada rumusan dan formulasi agar pelaku di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini dapat terbantu," kata Anang.

Suami penyanyi Ashanty itu pun menyayangkan sistem big data terkait hak cipta dan royalti belum juga terbentuk.

Baca juga: Ivan Gunawan Distribusikan Makanan Hasil Donasi ke RS Rujukan Covid-19

 

Misal sudah terbentuk sejak lama, kata Anang, dampak dari wabah corona di Indonesia dapat diminimalisir.

"Karena kalau big data sudah terbentuk dengan baik, maka akan jelas dan transparan pembagian royalti yang diterima penyanyi dan pencipta lagu," ucapnya.

Anang berharap dengan adanya wabah virus corona ini menjadi pemantik Kemenparekraf dalam segera membentuk sistem big data musik Indonesia.

Baca juga: Deretan Musisi yang Kehilangan Job Manggung karena Pandemi Covid-19

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X