Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Hal yang Menyebabkan Bantal Menjadi Kempis Seiring Waktu

Kompas.com - 14/12/2021, 11:22 WIB
Abdul Haris Maulana

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Seiring berjalannya waktu, bantal yang tadinya bagus dan empuk lambat laun menjadi kempis dan rata.

Kondisi tersebut tentu membuat bantal menjadi tak lagi terasa nyaman untuk dipakai menyangga kepala saat tidur.

Terkait hal ini, mungkin kamu bertanya mengenai penyebab bantal menjadi kempis. Jadi, teruslah membaca agar kamu dapat lebih memahami proses yang menyebabkan bantal menjadi kempis.

Baca juga: Cara Mencuci Bantal dengan Mesin Cuci dan Tangan

Dilansir dari Wiggly Wisdom, Selasa (14/12/2021), berikut ini 4 hal sederhana yang menyebabkan bantal menjadi kempis.

Jika selama ini Anda biasa tertidur saat sedang menggunakan ponsel atau handphone (HP), ketahuilah bahwa ada beberapa alasan kenapa kita tidak boleh tidur dekat HP.PEXELS/MIRIAM ALONSO Jika selama ini Anda biasa tertidur saat sedang menggunakan ponsel atau handphone (HP), ketahuilah bahwa ada beberapa alasan kenapa kita tidak boleh tidur dekat HP.
1. Berat kepalamu

Alasan umum mengapa bantal menjadi kempis dan rata dari waktu ke waktu itu karena berat kepalamu.

Namun, hal ini bukan berarti bahwa kepalamu sangat besar atau berat. Hanya saja bantalmu tidak akan bisa bertahan selamanya menahan beban kepalamu.

Selain itu, perlu diketahui bahwa bantal memiliki usia pemakaian, sehingga bantal menjadi kempis dan rata karena digunakan terlalu lama untuk menahan beban kepala.

Beberapa bantal mungkin tidak kempis dan rata selama bertahun-tahun, tetapi yang lain mungkin lebih cepat kempis.

Baca juga: Cara Menghilangkan Bau pada Bantal

Berapa lama bantal akan bertahan akan tergantung pada berbagai faktor, seperti bahan yang digunakan untuk membuatnya.

2. Paparan kelembapan

Meskipun bantal di tempat tidurmu selalu ditutupi dengan sarung bantal, mereka akan tetap terkena kelembapan selama bertahun-tahun.

 

Ingat, tubuhmu bisa berkeringat saat kamu tidur dan sebagian dari keringat itu akan masuk ke dalam bantal.

Kelembapan ini pada akhirnya berpotensi atau berkontribusi menyebabkan bantalmu kempes.

Baca juga: Kapan Harus Mengganti Bantal? Ini Tanda-tandanya

Ini sebenarnya bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan terlalu banyak. Berkeringat di malam hari adalah hal yang wajar dan kamu harus berhati-hati untuk menyimpan sarung bantal di atas bantal.

Ganti sarung bantalmu untuk memastikan kebersihan dan juga menjaga bantalmu tidak cepat kempis.

Ilustrasi noda kuning pada bantal.SHUTTERSTOCK/PJJARUWAN Ilustrasi noda kuning pada bantal.
3. Tungau debu

Bahkan sesuatu yang sederhana seperti tungau debu dapat menyebabkan bantal milikmu menjadi kempis dan rata seiring waktu.

Akan tetapi, kamu dapat mencegah hal ini terjadi terlalu cepat dengan membersihkan bantalmu sesering mungkin.

Jika tidak membersihkannya dengan sering, maka kamu mungkin mengalami masalah yang lebih signifikan dengan tungau debu.

Jadi, kamu harus benar-benar membersihkan bantalmu sesering mungkin. Bantal di tempat tidurmu adalah sesuatu yang digunakan setiap malam dan kamu tentu tidak ingin itu menjadi buruk.

Baca juga: Panduan Memilih dan Mengganti Bantal yang Tepat

Ada baiknya untuk mengeluarkan bantalmu dari tempat tidur dan membersihkannya dengan baik, sehingga kamu dapat menjaganya tetap dalam kondisi yang baik.

4. Kulit dan rambut

Perlu juga disebutkan bahwa tubuhmu akan kehilangan kulit dan rambut saat kamu tidur.

Ini sebenarnya merupakan faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan tungau debu.

Jika kamu membiarkannya tanpa mencuci bantal, maka bantalmu akan menjadi sangat menumpukkan banyak kotoran seiring waktu.

Pada akhirnya kamu pasti ingin mulai mencuci bantal lebih sering jika sedikit lalai selama bertahun-tahun. Tungau debu bahkan dapat menyebabkan masalah bagi orang yang memiliki alergi.

Ini bahkan mungkin membuatmu tidak mendapatkan istirahat malam yang baik jika keadaan berjalan cukup buruk.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com