Kompas.com - 28/04/2021, 21:02 WIB
Ilustrasi kucing jenis Himalayan. PIXABAY/NO-LONGER-HEREIlustrasi kucing jenis Himalayan.

JAKARTA, KOMPAS.com — Melihat kucing dengan bulu berwarna-warni mungkin akan tampak menggemaskan. Namun, tahukah kamu bahwa ini bisa berbahaya bagi Si Meong?

Dokter hewan dan ahli toksikologi, Justine A. Lee, mengungkapkan produk sederhana seperti pewarna rambut dan bahan kimia tertentu berpotensi berbahaya bagi kucing. Itu karena kucing memiliki metabolisme hati yang berubah dan tidak dapat menguraikan obat atau bahan kimia tertentu dengan baik. 

Baca juga: 5 Alasan Kucing Bertingkah Aneh dan Cara Menghadapinya

Karena metabolisme kucing yang unik, bahkan produk rumah tangga biasa, seperti deterjen pakaian, bunga rampai cair, dan bahan kimia lainnya, dapat menjadi korosif atau beracun bagi kucing.

Beberapa orang memiliki keinginan untuk mewarnai bulu kucing peliharaan mereka agar tampak lebih menggemaskan. Namun, Justine mengingatkan bahwa apa pun keputusanmu, pastikan kamu menggunakan pewarna yang aman untuk hewan peliharaan. 

Baca juga: Bukan Jorok, Ini Alasan Kucing Saling Mengendus Bokong

“Untuk produk apa pun yang kamu gunakan pada kucing, pastikan produk tersebut bebas gula dan tidak mengandung xylitol,” ujar Justine seperti dilansir dari Pet Health Network, Rabu (28/4/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Justine menambahkan, label alami saja tidaklah cukup untuk menyatakan bahwa produk tersebut aman bagi kucing. Contohnya, minyak esensial pekat tertentu. Ketika digunakan pada kucing, ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas, mabuk berjalan, luka bakar korosif di mulut, bahkan gagal hati. 

Baca juga: Merawat Gigi Kucing Itu Penting, Begini Caranya

Baru-baru ini, sebuah penelitian dokter hewan menemukan bahwa seekor anjing yang menelan pewarna rambut alami yang terbuat dari pacar mengalami keracunan parah dan mengembangkan anemia yang mengancam nyawa. Sekali lagi, hanya karena itu alami bukan berarti aman untuk hewan peliharaan.

Justine menyarankan, jika kamu ingin mewarnai kucingmu, bicarakan terlebih dahulu dengan dokter hewan, kemudian pantau tanda-tanda klinis dari suatu reaksi atau masalah seperti:

- Mulut berbusa
- Mengiler secara berlebihan
- Tidak mau makan
- Lesu
- Suka bersembunyi
- Kemerahan pada kulit
- Gatal atau perawatan berlebihan
- Muntah
- Diare
- Biduran (jarang terjadi pada kucing)
- Sulit bernapas

Baca juga: 6 Mitos Tentang Kucing, Mana yang Benar dan Salah?

Jika kamu melihat salah satu dari tanda-tanda ini, bersihkan pewarna pada kucing peliharaan menggunakan sabun cuci piring cair. Jika gejala memburuk, segera ke dokter hewan atau klinik darurat.

Justine memperingatkan, ada baiknya untuk membiarkan bulu kucing tumbuh dengan warna alaminya. “Karena mereka cantik alami,” ujar Justine.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X