Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Biden Akan Hadiri KTT Perdamaian Perang Rusia-Ukraina di Swiss

Kompas.com - 11/04/2024, 08:29 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

LUCERNE, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden diperkirakan akan menghadiri konferensi perdamaian tingkat tinggi untuk perang Rusia-Ukraina, yang akan diadakan di Swiss pada pertengahan Juni 2024.

Kantor berita AFP pada Rabu (10/4/2024) melaporkan, tanggal konferensi belum ditetapkan, tetapi beberapa media menyebutkan tanggal 16-17 Juni.

Undangan belum dikirim, tetapi surat kabar harian NZZ mengutip sumber yang mengatakan bahwa Biden akan hadir bersama perwakilan penting dari puluhan negara.

Baca juga: Saat Bantuan Masih Macet, AS Akan Jual Peralatan Militer ke Ukraina

Adapun pihak berwenang Swiss belum memberikan rincian apapun mengenai konferensi tersebut.

Pada Januari 2024, Swiss mengumumkan akan mengadakan KTT perdamaian setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu Presiden Swiss Viola Amherd.

Saat itu, Zelensky berbicara tentang KTT tanpa partisipasi Rusia.

Baca juga:

Swiss yang biasanya netral menyebutnya konferensi tingkat tinggi mengenai perdamaian di Ukraina, dan berusaha menarik perhatian China serta negara-negara berkembang lainnya.

Namun, Kremlin percaya Swiss tak lagi netral karena telah mendukung sanksi Uni Eropa terhadap Rusia.

Menurut Bloomberg, konferensi tersebut tidak akan diadakan di Jenewa seperti yang diberitakan beberapa media, tetapi di Lucerne di Pegunungan Alpen di Hotel Burgenstock yang mewah.

Pada Januari 2024, Swiss menjadi tuan rumah bagi lebih dari 80 penasihat keamanan nasional untuk mencari titik temu formula perdamaian Ukraina.

Baca juga: Zelensky Segera Tetapkan Tanggal Pertemuan Perdamaian Dunia di Swiss

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Rusia Duduki Lagi Desa yang Direbut Balik Ukraina pada 2023

Rusia Duduki Lagi Desa yang Direbut Balik Ukraina pada 2023

Global
AS-Indonesia Gelar Lokakarya Energi Bersih untuk Perkuat Rantai Pasokan Baterai-ke-Kendaraan Listrik

AS-Indonesia Gelar Lokakarya Energi Bersih untuk Perkuat Rantai Pasokan Baterai-ke-Kendaraan Listrik

Global
Inggris Juga Klaim China Kirim Senjata ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Inggris Juga Klaim China Kirim Senjata ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Global
3 Negara Eropa Akan Akui Negara Palestina, Israel Marah

3 Negara Eropa Akan Akui Negara Palestina, Israel Marah

Global
Ekuador Perang Lawan Geng Narkoba, 7 Provinsi Keadaan Darurat

Ekuador Perang Lawan Geng Narkoba, 7 Provinsi Keadaan Darurat

Global
[POPULER GLOBAL] Identitas Penumpang Tewas Singapore Airlines | Fisikawan Rusia Dipenjara

[POPULER GLOBAL] Identitas Penumpang Tewas Singapore Airlines | Fisikawan Rusia Dipenjara

Global
Ukraina Kembali Serang Perbatasan dan Wilayahnya yang Diduduki Rusia

Ukraina Kembali Serang Perbatasan dan Wilayahnya yang Diduduki Rusia

Global
Singapore Airlines Turbulensi, Ini Nomor Hotline bagi Keluarga Penumpang

Singapore Airlines Turbulensi, Ini Nomor Hotline bagi Keluarga Penumpang

Global
Rusia Pulangkan 6 Anak Pengungsi ke Ukraina Usai Dimediasi Qatar

Rusia Pulangkan 6 Anak Pengungsi ke Ukraina Usai Dimediasi Qatar

Global
Fisikawan Rusia yang Kembangkan Rudal Hipersonik Dihukum 14 Tahun

Fisikawan Rusia yang Kembangkan Rudal Hipersonik Dihukum 14 Tahun

Global
Misteri Area 51: Konspirasi dan Fakta di Balik Pangkalan Militer Tersembunyi AS

Misteri Area 51: Konspirasi dan Fakta di Balik Pangkalan Militer Tersembunyi AS

Global
Kepala Politik Hamas Ucap Duka Mendalam pada Pemimpin Tertinggi Iran

Kepala Politik Hamas Ucap Duka Mendalam pada Pemimpin Tertinggi Iran

Global
Panas Ekstrem 47,4 Derajat Celcius, India Liburkan Sekolah Lebih Awal

Panas Ekstrem 47,4 Derajat Celcius, India Liburkan Sekolah Lebih Awal

Global
Israel Batal Sita Kamera Associated Press Setelah Panen Kecaman

Israel Batal Sita Kamera Associated Press Setelah Panen Kecaman

Global
Hari Ini, Irlandia dan Norwegia Akan Mengakui Negara Palestina Secara Resmi

Hari Ini, Irlandia dan Norwegia Akan Mengakui Negara Palestina Secara Resmi

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com