Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat Bantuan Masih Macet, AS Akan Jual Peralatan Militer ke Ukraina

Kompas.com - 10/04/2024, 21:05 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat setuju menjual peralatan militer krusial senilai 138 juta dollar AS (Rp 2,2 triliun) ke Ukraina untuk memperbaiki dan meningkatkan sistem rudal HAWK-nya.

Pertahanan udara Ukraina, yang sebagian besar terdiri dari pesawat dan sistem rudal era Soviet ketika Rusia menginvasi pada Februari 2022, ditingkatkan secara signifikan dengan peralatan dan bantuan AS sejak awal perang.

Washington telah memberi Ukraina beberapa sistem pertahanan udara canggih untuk membantu melawan serangan udara Rusia, termasuk rudal Patriot buatan AS dan peralatan lama seperti HAWK.

Baca juga: Rusia Serang 80 Persen Pembangkit Listrik di Ukraina

“Ukraina mempunyai kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kemampuannya dalam mempertahankan diri dari serangan rudal Rusia dan kemampuan udara pasukan Rusia,” kata Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS, dikutip dari kantor berita AFP pada Rabu (10/4/2024).

“Merawat dan mempertahankan sistem rudal HAWK akan meningkatkan kemampuan Ukraina membela rakyatnya dan melindungi infrastruktur nasional yang penting,” lanjutnya

Sementara itu, Ukraina semakin mendesak AS mengirimkan paket bantuan senilai 60 miliar dollar AS (Rp 957 triliun) yang diusulkan, tetapi masih diblokir oleh Partai Republik di Kongres selama berbulan-bulan.

Baca juga: Ukraina Bantah Serang PLTN Zaporizhzhia, Tuding Rusia Sebar Info Palsu

Paket dukungan tersebut akan memungkinkan pengiriman senjata dan amunisi penting kepada pasukan Ukraina di garis depan.

Ketika pasukan Rusia meningkatkan serangan akhir-akhir ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Minggu (7/4/2024) mengatakan bahwa negaranya akan kalah perang jika Kongres AS tidak menyetujui paket tersebut.

Baca juga: Drone Rusia Serang Kota Terbesar Kedua Ukraina, 6 Orang Tewas

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

ICJ Perintahkan Israel Buka Penyeberangan Rafah di antara Mesir dan Gaza

ICJ Perintahkan Israel Buka Penyeberangan Rafah di antara Mesir dan Gaza

Global
Pria Ini Pesan Burger McDonald's dengan Menghapus Semua Unsur, Ini yang Didapat

Pria Ini Pesan Burger McDonald's dengan Menghapus Semua Unsur, Ini yang Didapat

Global
Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Disebut Tak Berlaku di Hongaria

Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Disebut Tak Berlaku di Hongaria

Global
Singapore Airlines Ubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Setelah Turbulensi Fatal

Singapore Airlines Ubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Setelah Turbulensi Fatal

Global
Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Global
Kepala CIA Bakal ke Paris, Bahas Lagi Gencatan Senjata di Gaza

Kepala CIA Bakal ke Paris, Bahas Lagi Gencatan Senjata di Gaza

Global
Beberapa Sumber: Putin Inginkan Gencatan Senjata di Ukraina Garis Depan

Beberapa Sumber: Putin Inginkan Gencatan Senjata di Ukraina Garis Depan

Global
Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Internasional
Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Internasional
China Uji Coba Rebut Taiwan dalam Lanjutan Latihan Perang

China Uji Coba Rebut Taiwan dalam Lanjutan Latihan Perang

Global
Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

Global
Wanita Ini Kencan 6 Kali Seminggu agar Tak Beli Bahan Makanan, Hemat Rp 250 Juta

Wanita Ini Kencan 6 Kali Seminggu agar Tak Beli Bahan Makanan, Hemat Rp 250 Juta

Global
Penikaman di China oleh Seorang Pria, 8 Orang Tewas

Penikaman di China oleh Seorang Pria, 8 Orang Tewas

Global
Imbas Perang di Gaza, Otoritas Palestina Berisiko Alami Keruntuhan Keuangan

Imbas Perang di Gaza, Otoritas Palestina Berisiko Alami Keruntuhan Keuangan

Global
Hari Ini, Mahkamah Internasional Bakal Putuskan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Hari Ini, Mahkamah Internasional Bakal Putuskan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com