Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meksiko Tiba-tiba Putus Hubungan Diplomatik dengan Ekuador, Apa Penyebabnya?

Kompas.com - 07/04/2024, 14:01 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP,Reuters

QUITO, KOMPAS.com - Meksiko tiba-tiba memutus hubungan diplomatik dengan Ekuador pada Sabtu (6/4/2024).

Kebijakan itu diambil setelah pihak berwenang Ekuador menangkap mantan Wakil Presiden Jorge Glas di Kedutaan Besar Meksiko di Quito pada Jumat (5/4/2024) malam waktu setempat.

Glas (54), yang dihukum dua kali karena korupsi, telah bersembunyi di Kedutaan Besar Meksiko sejak meminta suaka politik pada bulan Desember, permintaan yang dikabulkan oleh Meksiko pada Jumat pagi.

Baca juga: Gangster Ekuador Bunuh 5 Turis, Salah Kira Mereka Geng Saingan

Namun, Polisi Ekuador tetap secara paksa memasuki Kedutaan Besar Meksiko di Quito sebelum melakukan penangkapan. Aksi Polisi Ekuador ini juga disebarkan oleh Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador di media sosial X.

Dalam sebuah pernyataan, Kantor Presiden Ekuador mengatakan, mereka telah menangkap Glas, yang menjabat sebagai wakil presiden di bawah pemerintahan Rafael Correa yang berhaluan kiri antara tahun 2013 dan 2017.

Sonia Vera, pengacara internasional untuk Glas, mengatakan melalui telepon bahwa timnya meminta bantuan di tingkat antar-Amerika dengan Komisi Hak Asasi Manusia Antar-Amerika dan Pengadilan Hak Asasi Manusia Antar-Amerika, serta dengan Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB.

Ada kehadiran militer yang besar di pengadilan hakim di ibu kota Andes, di mana mantan wakil presiden itu dibawa.

Penangkapan ini menutup pekan ketegangan yang meningkat antara Meksiko dan Ekuador, yang pada hari Kamis (4/4/2024) menyatakan Duta Besar Meksiko di Quito sebagai persona non grata, dengan mengutip komentar-komentar yang "sangat disayangkan" dari Presiden Lopez Obrador yang beraliran kiri.

Ekuador berpendapat bahwa tawaran suaka dari Meksiko adalah ilegal.

Dalam sebuah pernyataan, Kepresidenan Ekuador menuduh Meksiko telah menyalahgunakan kekebalan dan hak istimewa yang diberikan kepada misi diplomatik yang menaungi mantan wakil presiden, dan memberikan suaka diplomatik yang bertentangan dengan kerangka hukum konvensional.

Baca juga: Berbagai Penyebab Meningkatnya Kekerasan Geng di Ekuador

Perintah Presiden

Lopez Obrador mengaku telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Meksiko Alicia Barcena untuk menangguhkan hubungan diplomatik dengan Ekuador.

Dia menyebut penangkapan tersebut sebagai tindakan "otoriter" dan pelanggaran terhadap hukum internasional dan kedaulatan Meksiko.

Barcena mengumumkan penangguhan hubungan diplomatik "segera" dengan negara Amerika Selatan tersebut tidak lama setelah itu di X dan menambahkan bahwa staf kedutaan akan kembali ke Meksiko.

Pihak berwenang Ekuador telah meminta izin dari Meksiko untuk memasuki kedutaan untuk menangkap Glas, yang dijatuhi hukuman enam tahun penjara pada 2017 setelah dia dinyatakan bersalah menerima suap dari perusahaan konstruksi Brasil Odebrecht sebagai imbalan atas pemberian kontrak pemerintah.

Glas, yang memiliki surat perintah pencegahan penangkapan atas kasus korupsi lainnya, telah mengeluh bahwa ia sedang dianiaya karena afiliasi politiknya, yang dibantah oleh pemerintah Ekuador.

Baca juga: Wali Kota Termuda di Ekuador Tewas Ditembak di Tengah Situasi Darurat Antigeng 

Para pejabat Ekuador minggu ini dibuat marah oleh komentar Lopez Obrador mengenai pemilihan umum berdarah di negara Amerika Selatan tersebut tahun lalu, di mana seorang kandidat presiden dibunuh.

Presiden Ekuador Daniel Noboa mulai menjabat akhir tahun lalu dan dengan cepat menghadapi konflik yang meningkat dengan geng-geng narkoba, yang mendorongnya untuk mengumumkan keadaan darurat nasional pada awal tahun ini, yang diperpanjangnya bulan lalu.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Penembakan di Afghanistan, 3 Turis Spanyol Tewas, 7 Lainnya Terluka

Penembakan di Afghanistan, 3 Turis Spanyol Tewas, 7 Lainnya Terluka

Global
[POPULER GLOBAL] Spanyol Tolak Kapal Bawa 27 Ton Bahan Peledak | Pasokan Medis Tak Bisa Masuk Gaza

[POPULER GLOBAL] Spanyol Tolak Kapal Bawa 27 Ton Bahan Peledak | Pasokan Medis Tak Bisa Masuk Gaza

Global
WHO: Tak Ada Pasokan Medis Masuk ke Gaza Selama 10 Hari

WHO: Tak Ada Pasokan Medis Masuk ke Gaza Selama 10 Hari

Global
PM Slovakia Jalani Operasi Baru, Kondisinya Masih Cukup Serius

PM Slovakia Jalani Operasi Baru, Kondisinya Masih Cukup Serius

Global
Warga Sipil Israel Kembali Berulah, Truk Bantuan di Tepi Barat Dibakar

Warga Sipil Israel Kembali Berulah, Truk Bantuan di Tepi Barat Dibakar

Global
13 Negara Ini Desak Israel agar Menahan Diri dari Invasinya ke Rafah

13 Negara Ini Desak Israel agar Menahan Diri dari Invasinya ke Rafah

Global
Kera Tergemuk di Thailand Mati karena Sering Diberi Permen dan Minuman Manis

Kera Tergemuk di Thailand Mati karena Sering Diberi Permen dan Minuman Manis

Global
Israel: Kasus Genosida di Pengadilan PBB Tak Sesuai Kenyataan

Israel: Kasus Genosida di Pengadilan PBB Tak Sesuai Kenyataan

Global
Minim Perlindungan, Tahanan di AS yang Jadi Buruh Rawan Kecelakaan Kerja

Minim Perlindungan, Tahanan di AS yang Jadi Buruh Rawan Kecelakaan Kerja

Internasional
Korut Tembakkan Rudal Balistik Tak Dikenal, Ini Alasannya

Korut Tembakkan Rudal Balistik Tak Dikenal, Ini Alasannya

Global
Siapa 'Si Lalat' Mohamed Amra, Napi yang Kabur dalam Penyergapan Mobil Penjara di Prancis?

Siapa "Si Lalat" Mohamed Amra, Napi yang Kabur dalam Penyergapan Mobil Penjara di Prancis?

Internasional
Tekno-Nasionalisme Xi Jinping dan Dampaknya pada Industri Global

Tekno-Nasionalisme Xi Jinping dan Dampaknya pada Industri Global

Global
2 Polisi Malaysia Tewas Ditembak dan Diserang, Pelaku Disebut Terafiliasi Jemaah Islamiyah

2 Polisi Malaysia Tewas Ditembak dan Diserang, Pelaku Disebut Terafiliasi Jemaah Islamiyah

Global
AS Sebut Dermaga Terapungnya Mulai Dipakai untuk Kirim Bantuan ke Gaza

AS Sebut Dermaga Terapungnya Mulai Dipakai untuk Kirim Bantuan ke Gaza

Global
Suara Tembakan di Dekat Kedutaan Israel, Polisi Swedia Menahan Beberapa Orang

Suara Tembakan di Dekat Kedutaan Israel, Polisi Swedia Menahan Beberapa Orang

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com