Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tambah 2 Korban, Total Kematian akibat Suplemen Jepang Jadi 4 Orang

Kompas.com - 28/03/2024, 11:37 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

TOKYO, KOMPAS.com - Pada Kamis (28/3/2024) ini, sebuah produsen suplemen Jepang melaporkan dua kematian lagi terkait suplemen tersebut.

Dikutip dari AFP, pekan lalu Kobayashi Pharmaceutical menarik kembali tiga merek suplemen yakni "Beni Koji Choleste Help" dan dua produk lainnya.

Ketiganya mengandung bahan yang disebut beras ragi merah, atau "beni koji", yang diharapkan dapat membantu menurunkan kolesterol.

Baca juga: Diduga Sebabkan 2 Kematian, Suplemen Penurun Kolesterol Jepang Ditarik dari Pasaran

Pengumuman hari Kamis ini menjadikan jumlah total kematian yang sedang diselidiki oleh perusahaan dan kementerian kesehatan Jepang menjadi empat.

Sementara yang dirawat di rumah sakit ada lebih dari 100 orang.

"Kami diberitahu kemarin oleh keluarga yang berduka bahwa seseorang yang menggunakan Choleste Help telah meninggal dunia karena penyakit ginjal," kata produsen obat tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

Ia menambahkan bahwa telah diberitahu secara terpisah bahwa orang lain yang mengonsumsi Choleste dalam beberapa tahun terakhir telah meninggal.

"Kami sedang dalam proses mengonfirmasi fakta dan hubungan sebab akibat dalam kedua kasus ini. Namun, kami memutuskan untuk mempublikasikan laporan ini dari sudut pandang pengungkapan yang cepat," jelas dia.

Perusahaan yang bermarkas di Osaka ini mengatakan pihaknya juga telah memasok beras ragi merah ke sekitar 50 perusahaan lain di Jepang dan dua di Taiwan.

Kobayashi Pharmaceutical menjual berbagai macam produk kesehatan yang dipasarkan melalui iklan televisi di Jepang.

Sedangkan penelitian medis menggambarkan beras ragi merah sebagai alternatif pengganti statin untuk menurunkan kolesterol tinggi, namun juga memperingatkan risiko kerusakan organ tergantung pada susunan kimianya.

Baca juga: UPDATE Kasus Suplemen di Jepang: Kemungkinan 2 Pasien Meninggal, 106 Orang Dirawat

Puluhan perusahaan Jepang yang menggunakan beni koji yang disediakan oleh Kobayashi Pharmaceutical juga secara terpisah mengumumkan penarikan kembali produk tersebut.

Produk yang terkena dampak termasuk berbagai tablet kesehatan, serta sake bersoda berwarna mawar, saus salad, roti dan pasta miso yang digunakan dalam banyak masakan tradisional.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Swedia Janjikan Bantuan Militer Rp 20,26 Triliun ke Ukraina

Swedia Janjikan Bantuan Militer Rp 20,26 Triliun ke Ukraina

Global
Tank-tank Israel Terus Menuju Jantung Kota Rafah, Perang Bisa Berlanjut Sepanjang Tahun

Tank-tank Israel Terus Menuju Jantung Kota Rafah, Perang Bisa Berlanjut Sepanjang Tahun

Global
Polandia Minta Barat Izinkan Ukraina Pakai Senjata Pasokan untuk Serang Wilayah Rusia

Polandia Minta Barat Izinkan Ukraina Pakai Senjata Pasokan untuk Serang Wilayah Rusia

Global
Ikuti Rusia, Belarus Tangguhkan Partisipasi di Perjanjian Pasukan Konvensional Eropa

Ikuti Rusia, Belarus Tangguhkan Partisipasi di Perjanjian Pasukan Konvensional Eropa

Global
 Temuan Terbaru Penyelidikan Insiden Turbulensi Parah Singapore Airlines

Temuan Terbaru Penyelidikan Insiden Turbulensi Parah Singapore Airlines

Global
Rusia Bergeser ke Arah Ekonomi Perang, AS Mulai Siapkan Sanksi Khusus

Rusia Bergeser ke Arah Ekonomi Perang, AS Mulai Siapkan Sanksi Khusus

Global
WHO Beri Peringatan Keras, Serangan Israel ke Rafah Bisa Hancurkan Rumah Sakit Terakhir

WHO Beri Peringatan Keras, Serangan Israel ke Rafah Bisa Hancurkan Rumah Sakit Terakhir

Global
Korsel Sebut Korea Utara Terbangkan Balon Isi Sampah dan Kotoran ke Perbatasan

Korsel Sebut Korea Utara Terbangkan Balon Isi Sampah dan Kotoran ke Perbatasan

Global
Terkait Berita Presiden Lai Dikecam Publik, Berikut Klarifikasi Kantor Perwakilan Taiwan di Indonesia

Terkait Berita Presiden Lai Dikecam Publik, Berikut Klarifikasi Kantor Perwakilan Taiwan di Indonesia

Global
Kredibilitas Biden Dipertanyakan Setelah Serangan Brutal Israel ke Rafah

Kredibilitas Biden Dipertanyakan Setelah Serangan Brutal Israel ke Rafah

Global
Melihat Dampak dari Mengakui Palestina sebagai Negara

Melihat Dampak dari Mengakui Palestina sebagai Negara

Internasional
Israel Klaim Senjatanya Sendiri Tak Mungkin Picu Kebakaran Besar yang Tewaskan 45 Orang di Rafah

Israel Klaim Senjatanya Sendiri Tak Mungkin Picu Kebakaran Besar yang Tewaskan 45 Orang di Rafah

Global
Bagaimana Rencana 'The Day After' Bisa Bantu Mengakhiri Perang di Gaza

Bagaimana Rencana "The Day After" Bisa Bantu Mengakhiri Perang di Gaza

Internasional
Jelang Pemilu, Meksiko Akan Kerahkan 27.000 Tentara dan Garda Nasional

Jelang Pemilu, Meksiko Akan Kerahkan 27.000 Tentara dan Garda Nasional

Global
Saat Politikus AS Nikki Haley Tulis 'Habisi Mereka' di Rudal Israel...

Saat Politikus AS Nikki Haley Tulis "Habisi Mereka" di Rudal Israel...

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com