Kompas.com - 10/08/2022, 18:30 WIB

WARSAW, KOMPAS.com - Polandia memperingatkan Uni Eropa jika terus memblokir dana untuk pemulihan pandemi di sana.

Dilansir Reuters, hal ini disampaikan politisi partai yang berkuasa, setelah Brussels mengisyaratkan tidak puas dengan reformasi peradilan terbaru negara itu.

Lebih dari 35 miliar euro atau 36 miliar dollar AS hibah dan pinjaman pemulihan Covid-19 untuk Polandia ditunda karena perselisihan mengenai reformasi peradilan negara itu.

Baca juga: Lembaga Ilmiah Polandia Sebut Kucing Hewan Pembunuh, Apa Alasannya?

Menurut eksekutif Uni Eropa, reformasi itu menumbangkan standar demokrasi.

Pada bulan Juni, Komisi Eropa (EC) menyetujui dana untuk Polandia, tetapi ketuanya Ursula von der Leyen mengatakan bahwa lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan terlebih dahulu pada aturan hukum selama kunjungan, ketika dia bertemu dengan Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki.

Partai Hukum dan Keadilan (PiS) yang berkuasa mengatakan, bagaimanapun, reformasi bertujuan untuk membuat sistem lebih efisien dan menolak campur tangan pengadilan untuk keuntungan politik.

Baca juga: Polandia Borong Berbagai Senjata dari Korea Selatan, Ini Daftarnya

"Jika ada upaya untuk memblokir pembayaran ... dan Komisi Eropa mencoba menekan kami, maka kami tidak punya pilihan selain mengeluarkan semua meriam di gudang senjata kami dan merespons dengan tembakan bertubi-tubi," Krzysztof Sobolewski, sekretaris jenderal PiS kepada radio publik Polandia.

PiS belum mengatakan tindakan apa yang mungkin dipertimbangkan, tetapi Menteri Kabinet Michal Wojcik, anggota partai konservatif Polandia Bersatu, mitra junior dalam pemerintahan, memberi isyarat bahwa Polandia dapat memveto beberapa keputusan UE.

"Karena kita berurusan dengan orang-orang yang tidak mematuhi ketentuan kontrak ... saya pikir Anda harus bermain keras," katanya kepada TV swasta Polsat News.

Baca juga: Polandia, Rute Pelayaran Alternatif bagi Indonesia ke Eropa?

Polandia mengadopsi undang-undang pada bulan Mei yang kontroversial untuk hakim dengan badan baru.

Pada hari Selasa (9/8/2022) Mahkamah Agung menarik kandidat ke kamar baru dari antara para hakimnya.

Tetapi von der Leyen mengatakan dalam sebuah wawancara pada akhir Juli bahwa undang-undang baru tidak memberikan hak kepada hakim untuk mempertanyakan penunjukan hakim tanpa menghadapi proses disipliner.

Baca juga: Ini Wujud Tembok Perbatasan Baru Polandia dengan Belarus, Membentang hingga 186 Kilometer

Ini jadi sebuah masalah yang harus diselesaikan untuk mendapatkan dana Uni Eropa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pria Dilarang Menonton Pertandingan Sepak Bola Seumur Hidup karena Lakukan Salut Nazi

Seorang Pria Dilarang Menonton Pertandingan Sepak Bola Seumur Hidup karena Lakukan Salut Nazi

Global
Ibrahim Traore, Pemimpin Kudeta Burkina Faso Resmi Diangkat Jadi Presiden

Ibrahim Traore, Pemimpin Kudeta Burkina Faso Resmi Diangkat Jadi Presiden

Global
66 Anak-anak Meninggal di Gambia Diduga Terkait Penggunaan Obat Batuk Buatan India

66 Anak-anak Meninggal di Gambia Diduga Terkait Penggunaan Obat Batuk Buatan India

Global
Skandal Kecurangan Turnamen Catur Dunia: Hans Niemann Diduga Curang di Lebih dari 100 Game Online

Skandal Kecurangan Turnamen Catur Dunia: Hans Niemann Diduga Curang di Lebih dari 100 Game Online

Global
Rusia Peringatkan Risiko Bentrokan Langsung dengan Barat Setelah AS Tambah Bantuan Militer ke Ukraina

Rusia Peringatkan Risiko Bentrokan Langsung dengan Barat Setelah AS Tambah Bantuan Militer ke Ukraina

Global
Protes Pengerahan Kapal Induk AS, Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Lagi ke Arah Jepang

Protes Pengerahan Kapal Induk AS, Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Lagi ke Arah Jepang

Global
Rangkuman Hari Ke-224 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Ubah Dekrit Mobilisasi Parsial, Batas Harga Minyak Rusia Disepakati

Rangkuman Hari Ke-224 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Ubah Dekrit Mobilisasi Parsial, Batas Harga Minyak Rusia Disepakati

Global
[POPULER GLOBAL] Penyebab Gagalnya Rudal 'Balasan' Korsel untuk Korut | Doa Raja Arab Saudi untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

[POPULER GLOBAL] Penyebab Gagalnya Rudal "Balasan" Korsel untuk Korut | Doa Raja Arab Saudi untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Global
Penculikan Satu Keluarga di California, Pelaku Ditahan dalam Kondisi Kritis, Korban Belum Ditemukan

Penculikan Satu Keluarga di California, Pelaku Ditahan dalam Kondisi Kritis, Korban Belum Ditemukan

Global
Lebih dari 400 Orang Menangi Jackpot Lotre Filipina, Pengawas Kaget: Kok Bisa?

Lebih dari 400 Orang Menangi Jackpot Lotre Filipina, Pengawas Kaget: Kok Bisa?

Global
Kontroversi Pangkalan Militer AS di Okinawa Jepang dan Perubahan Pandangan Warganya karena China

Kontroversi Pangkalan Militer AS di Okinawa Jepang dan Perubahan Pandangan Warganya karena China

Global
Pasca-skandal Joe Rogan, Spotify Fokus Saring Konten Berbahaya

Pasca-skandal Joe Rogan, Spotify Fokus Saring Konten Berbahaya

Global
Solidaritas Kematian Mahsa Amini, Aktris Perancis Ramai-ramai Potong Rambut

Solidaritas Kematian Mahsa Amini, Aktris Perancis Ramai-ramai Potong Rambut

Global
Putin Resmi Caplok 15 Persen Wilayah Ukraina, 22 Persen Ditambah Crimea

Putin Resmi Caplok 15 Persen Wilayah Ukraina, 22 Persen Ditambah Crimea

Global
Azerbaijan Temukan Kuburan Massal Berisi Jasad Tentaranya di Nagorno-Karabakh

Azerbaijan Temukan Kuburan Massal Berisi Jasad Tentaranya di Nagorno-Karabakh

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.