Temui Perwakilan Barat di Norwegia, Taliban Minta Aset Dicairkan

Kompas.com - 24/01/2022, 21:04 WIB
Perwakilan Khusus AS untuk Afghanistan Nigel Casey, kanan, berjabat tangan dengan perwakilan Taliban Amir Khan Muttaqi, menjelang pertemuan, di Oslo, Norwegia, Senin (24/1/2022). Diplomat Barat bertemu dengan aktivis hak-hak perempuan Afghanistan dan hak asasi manusia pembela di Oslo menjelang pembicaraan resmi pertama dengan Taliban di Eropa sejak Taliban mengambil alih pada Agustus. Pertemuan tertutup itu merupakan kesempatan untuk mendengar dari masyarakat sipil di Afghanistan dan diaspora Afghanistan tuntutan dan penilaian mereka terhadap situasi saat ini di lapangan. Pertemuan tersebut berlangsung di sebuah hotel di pegunungan yang tertutup salju di atas ibu kota Norwegia dan dihadiri oleh perwakilan dari Uni Eropa, AS, Amerika Serikat, Prancis, Italia, dan tuan rumah Norwegia. Stian Lysberg Solum/NTB via APPerwakilan Khusus AS untuk Afghanistan Nigel Casey, kanan, berjabat tangan dengan perwakilan Taliban Amir Khan Muttaqi, menjelang pertemuan, di Oslo, Norwegia, Senin (24/1/2022). Diplomat Barat bertemu dengan aktivis hak-hak perempuan Afghanistan dan hak asasi manusia pembela di Oslo menjelang pembicaraan resmi pertama dengan Taliban di Eropa sejak Taliban mengambil alih pada Agustus. Pertemuan tertutup itu merupakan kesempatan untuk mendengar dari masyarakat sipil di Afghanistan dan diaspora Afghanistan tuntutan dan penilaian mereka terhadap situasi saat ini di lapangan. Pertemuan tersebut berlangsung di sebuah hotel di pegunungan yang tertutup salju di atas ibu kota Norwegia dan dihadiri oleh perwakilan dari Uni Eropa, AS, Amerika Serikat, Prancis, Italia, dan tuan rumah Norwegia.

 


NORWEGIA, KOMPAS.com - Dalam kunjungan pertama ke Eropa sejak kembali berkuasa, Taliban memulai pembicaraan penting dengan diplomat Barat di Oslo, Norwegia pada Senin (24/1/2022), guna membahas krisis kemanusiaan di Afghanistan.

Namun komunitas internasional bersikeras bahwa Taliban harus menghormati hak asasi manusia sebelum bantuan dapat dilanjutkan ke negara itu.

Delegasi Taliban yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Amir Khan Muttaqi, memulai pembicaraan dengan perwakilan dari Amerika Serikat (AS), Perancis, Inggris, Jerman, Italia, Uni Eropa, dan Norwegia.

Baca juga: Bantuan Kemanusiaan jadi Agenda Utama Pertemuan Taliban dengan Negara Barat

Diskusi tertutup yang difasilitasi oleh Norwegia itu diadakan di Soria Moria Hotel, di puncak bukit bersalju di luar Oslo.

Situasi kemanusiaan Afghanistan telah memburuk secara drastis sejak Agustus 2021 lalu ketika kaum fundamentalis kembali berkuasa 20 tahun setelah digulingkan.

Bantuan internasional terhenti, memperburuk keadaan jutaan orang yang sudah menderita kelaparan setelah beberapa kekeringan parah.

Thomas West, perwakilan khusus AS untuk Afghanistan, men-tweet pada hari Minggu (23/1/2022), "Ketika kami berusaha untuk mengatasi krisis kemanusiaan bersama dengan sekutu, mitra, dan organisasi bantuan, kami akan melanjutkan diplomasi mata jernih dengan Taliban mengenai keprihatinan kami dan minat kami yang tetap pada Afghanistan yang stabil, menghormati hak dan inklusif".

Belum ada negara hingga saat iniyang mengakui pemerintahan Taliban.

Norwegia sendiri telah menekankan bahwa pembicaraan kali ini -yang notabene telah dikritik oleh beberapa ahli dan anggota diaspora Afghanistan- tidak akan mewakili legitimasi atau pengakuan terhadap Taliban.

Baca juga: Hasan Akhund Minta Negara-negara di Dunia Akui Pemerintahan Taliban di Afghanistan

"Tapi kita harus berbicara dengan otoritas de facto di negara ini. Kita tidak bisa membiarkan situasi politik mengarah pada bencana kemanusiaan yang lebih buruk lagi," tegas Menteri Luar Negeri Norwegia Anniken Huitfeldt pekan lalu, sebagaimana diberitakan Kantor Berita AFP, Senin.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita “Situasi Hidup atau Mati” dari Penumpang yang Mendaratkan Pesawat Tanpa Pengalaman Terbang

Cerita “Situasi Hidup atau Mati” dari Penumpang yang Mendaratkan Pesawat Tanpa Pengalaman Terbang

Global
Kenapa Beberapa Orang Tak Segan Menonton Film Porno di Tempat Umum, Ini 3 Alasannya

Kenapa Beberapa Orang Tak Segan Menonton Film Porno di Tempat Umum, Ini 3 Alasannya

Global
Terungkap Motif Pelaku Penembakan Massal di Gereja AS: Punya “Kebencian Terhadap Taiwan”

Terungkap Motif Pelaku Penembakan Massal di Gereja AS: Punya “Kebencian Terhadap Taiwan”

Global
AS Peringatkan Agar Bisnis Tak Pekerjakan Pekerja IT dari Korea Utara

AS Peringatkan Agar Bisnis Tak Pekerjakan Pekerja IT dari Korea Utara

Global
Diboikot Negara Barat, Ekspor Minyak Rusia ke India Melonjak, Naik Jadi Pemasok Terbesar Keempat

Diboikot Negara Barat, Ekspor Minyak Rusia ke India Melonjak, Naik Jadi Pemasok Terbesar Keempat

Global
Warga Jepang dan Korsel Patuh Pakai Masker Meski Covid-19 Kian Mereda

Warga Jepang dan Korsel Patuh Pakai Masker Meski Covid-19 Kian Mereda

Global
AS Sukses Uji Coba Senjata Hipersonik 'Lima Kali Kecepatan Suara'

AS Sukses Uji Coba Senjata Hipersonik 'Lima Kali Kecepatan Suara'

Global
PM Estonia ke Para Pemimpin Dunia: Setop Telepon Putin Biar Rasakan Isolasi Sesungguhnya

PM Estonia ke Para Pemimpin Dunia: Setop Telepon Putin Biar Rasakan Isolasi Sesungguhnya

Global
Anjing Korban Kekerasan di Hongaria Dilatih Jadi Tim Misi NATO

Anjing Korban Kekerasan di Hongaria Dilatih Jadi Tim Misi NATO

Global
Bernama Sama dengan Majalah, Pub Bernama Vogue Diminta Ganti Nama

Bernama Sama dengan Majalah, Pub Bernama Vogue Diminta Ganti Nama

Global
Rusia: 265 Tentara Ukraina di Pabrik Baja Azovstal Mariupol Menyerahkan Diri

Rusia: 265 Tentara Ukraina di Pabrik Baja Azovstal Mariupol Menyerahkan Diri

Global
Kisah Penggalian Makam Firaun Tutankhamun 100 Tahun Lalu dan Sayatan Pertama yang Membedahnya

Kisah Penggalian Makam Firaun Tutankhamun 100 Tahun Lalu dan Sayatan Pertama yang Membedahnya

Global
Pasca-pemilu, Sekjen PBB Minta Lebanon Bentuk Pemerintah Inklusif

Pasca-pemilu, Sekjen PBB Minta Lebanon Bentuk Pemerintah Inklusif

Global
Imigrasi Batam Pastikan Dokumen UAS Lengkap Saat Mau ke Singapura

Imigrasi Batam Pastikan Dokumen UAS Lengkap Saat Mau ke Singapura

Global
Alasan Turki Tolak Swedia dan Finlandia Gabung NATO

Alasan Turki Tolak Swedia dan Finlandia Gabung NATO

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.