Pukulan Telak bagi AS, Taliban Temukan Gudang Berisi Senjata Canggih Mereka

Kompas.com - 29/09/2021, 20:37 WIB
Pasukan Taliban berpatroli di daerah Wazir Akbar Khan di Kota Kabul, setelah mengumumkan amnesti umum bagi seluruh warga yang pernah bekerja untuk pemerintah dan pasukan asing. Namun ribuan warga tersebut hingga kini terus berusaha keluar dari Afghanistan. AP/RAHMAT GUL via ABC INDONESIAPasukan Taliban berpatroli di daerah Wazir Akbar Khan di Kota Kabul, setelah mengumumkan amnesti umum bagi seluruh warga yang pernah bekerja untuk pemerintah dan pasukan asing. Namun ribuan warga tersebut hingga kini terus berusaha keluar dari Afghanistan.

KABUL, KOMPAS.com - Kelompok Taliban dilaporkan menemukan gudang berisi senjata canggih yang ditinggalkan AS, jika suatu saat mereka harus kembali ke Afghanistan.

Persenjataan itu dipakai oleh "Negeri Uncle Sam" untuk cepat merespons jika Al-Qaeda atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyerang.

Dua gudang itu dilaporkan berisi ratusan ribu amunisi, persenjataan berat, rudal, bahkan suku cadang helikopter.

Baca juga: Taliban Serukan AS Berhenti Terbangkan Drone di Afghanistan

Sumber internal Washington mengungkapkan, suku cadang tersebut penting bagi mereka dalam serangan darat melawan teroris.

Dengan penemuan itu, maka kampanye AS untuk melancarkan serangan udara tanpa disokong markas di Afghanistan jadi terancam.

Dua gudang berisi senjata canggih itu ditemukan Taliban di Mazar-i-Sharif dan Herat, pukulan telak bagi Pentagon.

Militer meninggalkannya untuk berjaga-jaga jika musuh mereka bangkit, saat melakukan penarikan ke ibu kota Kabul.

Jika AS harus kembali ke Afghanistan, maka mereka bisa sewaktu-waktu mempersenjatai diri tanpa harus mengangkutnya secara susah payah.

"Ini jelas pukulan telak bagi AS untuk operasi mereka melawan Al-Qaeda, ISIS, dan kelompok teror lainnya," kata sumber itu.

Sumber itu menjelaskan, AS terlalu kesulitan untuk mengangkut persenjataan mereka dari negara tetangga karena banyak wilayah sekitar Afghanistan rawan serangan musuh.

"Mereka jelas tidak ingin kabar ini keluar. Karena mereka sudah malu dengan isu penarikan pasukan," jelas si sumber dilansir Daily Mirror Selasa (28/9/2021).

"Negeri Uncle Sam" dan sekutunya menarik diri pada akhir Agustus, setelah Taliban merebut Kabul pada 15 Agustus.

Banyak kalangan mengecam penarikan tersebut, dengan pejabat militer top mengakui mereka membuat membuat kebijakan yang salah.

Baca juga: Menhan AS Mengaku Terkejut Pasukan Afghanistan Runtuh di Hadapan Taliban

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.