Kompas.com - 27/09/2021, 08:02 WIB
Seorang warga mengibarkan bendera Amerika saat protes atas perpanjangan perintah tetap berada di rumah untuk memperlambat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di gedung Capitol di Olympia, Washington, Amerika Serikat, Minggu (19/4/2020). Berdasarkan data Johns Hopkins University, hingga Selasa (21/4/2020), AS masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi dunia mencapai 787.794 dengan korban meninggal 42.362. ANTARA FOTO/REUTERS/LINDSEY WASSSeorang warga mengibarkan bendera Amerika saat protes atas perpanjangan perintah tetap berada di rumah untuk memperlambat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di gedung Capitol di Olympia, Washington, Amerika Serikat, Minggu (19/4/2020). Berdasarkan data Johns Hopkins University, hingga Selasa (21/4/2020), AS masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi dunia mencapai 787.794 dengan korban meninggal 42.362.

KOMPAS.com – Amerika Serikat (AS) terlilit utang lebih dari 28 trililun dollar AS atau melampaui Rp 400.000 triliun dan terancam tak bisa membayarnya pada Oktober.

Jika benar-benar tak bisa membayar utang, bahaya besar telah mengintai “Negeri Paman Sam”. Padahal perekonomian AS sedang berupaya pulih dari Covid-19.

Pemerintah AS berupaya meminta persetujuan parlemen AS untuk menaikkan atau menangguhkan plafon utang.

Baca juga: AS Terancam Tak Bisa Bayar Utang Rp 400.000 Triliun, Bahaya Besar Mengintai

DPR AS mengesahkan RUU yang akan menangguhkan plafon utang selama lebih dari satu tahun, tetapi langkah itu hampir pasti gagal di Senat.

Partai Republik menolak rencana tersebut karena khawatir terkait pengeluaran pemerintah AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari mana saja AS mendapatkan utang? Melansir Investopedia, sekitar seperempat utang AS berasal dari utang intra-pemerintah.

Utang intra-pemerintah adalah utang pemerintah AS kepada badan-badan federal lainnya.

Sisanya adalah utang publik, di mana pemerintah asing dan investor memegang sekitar 30 persen dari utang publik.

Melansir Investopedia, berikut lima negara yang paling banyak memegang utang AS.

Baca juga: AS Terancam Gagal Bayar Utang, Menkeu Minta Bantuan Perusahaan Besar

1. Jepang

Jepang adalah pemegang utang terbesar AS dengan kepemilikan treasury (surat utang atau obligasi) senilai 1,266 triliun dollar AS (Rp 18.050) per April 2020.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.