Kompas.com - 27/09/2021, 06:02 WIB
Sejumlah milisi Taliban mengawal pawai wanita untuk mendukung pemerintah Taliban di luar Universitas Kabul, Afghanistan, pada Sabtu (11/9/2021). AP PHOTO/BERNAT ARMANGUESejumlah milisi Taliban mengawal pawai wanita untuk mendukung pemerintah Taliban di luar Universitas Kabul, Afghanistan, pada Sabtu (11/9/2021).

ROMA, KOMPAS.com – Italia menyatakan, pemerintahan Afghanistan yang dibentuk Taliban tidak dapat diakui.

Kendati demikian, Italia mendesak komunitas internasional untuk mencegah keruntuhan keuangan di sana karena bakal memicu arus migrasi dalam jumlah yang masif.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio pada Minggu (26/9/2021) sebagaimana dilansir Reuters.

Baca juga: Soal Taliban, Rusia Mengaku Sepakat dengan AS, China, dan Pakistan

Italia memegang presidensi G20 tahun ini dan ingin menjadi tuan rumah pertemuan puncak khusus di Afghanistan.

“Pengakuan (terhadap) pemerintah Taliban tidak mungkin karena ada 17 teroris di antara para menteri, dan hak asasi perempuan dan anak perempuan terus dilanggar,” kata Di Maio, kepada saluran televisi Rai 3.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, lanjut Di Maio, rakyat Afghanistan harus mulai menerima dukungan keuangan yang dibekukan setelah Taliban mengambil alih kekuasaan bulan lalu.

Dia menambahkan, jika keuangan di Afghanistan mandek, rakyat Afghanistan tidak akan memiliki penghasilan dan memicu arus migrasi yang masif.

Baca juga: Taliban Gantung Mayat Terduga Penculik sebagai Peringatan di Kota Herat

“Jelas, kita harus mencegah Afghanistan dari ledakan dan arus migrasi yang tidak terkendali yang dapat mengganggu stabilitas negara-negara tetangga,” kata Di Maio.

Di Maio menuturkan, ada berbagai cara untuk menjamin dukungan keuangan ke Afghanistan tanpa memberikan uang kepada Taliban.

“Kami juga telah sepakat bahwa sebagian dari bantuan kemanusiaan harus selalu ditujukan untuk perlindungan perempuan dan anak perempuan,” tambah Di Maio.

Baca juga: Masa Depan Warisan Budaya di Afghanistan Era Taliban

Di Maio menuturkan, negara-negara G20 bersama dengan tetangga-tetangga Afghanistan berkomitmen untuk memerangi terorisme, dan bekerja untuk perlindungan hak asasi manusia.

Ditanya kapan tepatnya bagi para pemimpin G20 untuk bertemu di Afghanistan, Di Maio mengatakan bahwa itu akan dilakukan dalam beberapa pekan mendatang.

"Tanggalnya belum diumumkan tetapi ada syarat untuk mengadakan pertemuan puncak para pemimpin G20, yang akan dipimpin oleh Perdana Menteri Italian Mario Draghi," ujar Di Maio.

Baca juga: Taliban Sebut Hukuman Potong Tangan itu Penting untuk Keamanan Afghanistan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.