Kompas.com - 17/09/2021, 07:49 WIB
Pemimpin Partai Konservatif, Erin O'Toole (kiri), dan pemimpin Partai Liberal, Justin Trudeau (kanan), dalam debat pemilu Kanada menggunakan bahasa Perancis pada Rabu (8/9/2021) di Gatineau, Quebec. THE CANADIAN PRESS/JUSTIN TANG via APPemimpin Partai Konservatif, Erin O'Toole (kiri), dan pemimpin Partai Liberal, Justin Trudeau (kanan), dalam debat pemilu Kanada menggunakan bahasa Perancis pada Rabu (8/9/2021) di Gatineau, Quebec.

MONTREAL, KOMPAS.com - Pemilu Kanada akan digelar pada Senin (20/9/2021), dan Perdana Menteri Justin Trudeau terancam kalah dari pemula, Erin O'Toole, pemimpin Partai Konservatif.

Menurut survei pemilu Kanada yang dihimpun AFP, dua partai besar yang memerintah Kanada sejak konfederasinya pada 1867 berada dalam situasi statistik yang panas.

Masing-masing mengumpulkan dukungan dari 32 persen responden pemilu Kanada, sementara Partai Demokrat Baru yang berhaluan kiri tertinggal jauh di belakang.

Baca juga: Pemilu Kanada 2021: Profil Erin OToole, Pemula yang Berpeluang Kalahkan PM Justin Trudeau

Jika angkanya tak berubah, situasi pemilu Kanada 2019 dapat terulang di mana partai raksasa Trudeau yang dulunya perkasa direduksi menjadi pemerintahan minoritas.

"Pertarungan meningkat antara kedua partai politik," kata pembuat survei Jean-Marc Leger kepada AFP.

Leger melanjutkan, di pemilu Kanada kali ini tampaknya tak ada kandidat yang membuat pemilih terkesan, sehingga akan lebih seperti eliminasi bukan pemungutan suara berdasarkan keyakinan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika Trudeau mencabut pemerintahannya pada awal Agustus untuk memaksakan pemilu Kanada, dia naik tinggi dalam survei.

Warga Kanada sangat mendukung tanggapan pandeminya, karena memberikan BLT (Bantuan Langsung Tunai) kepada para pekerja dan bisnis.

Vaksinasi Covid-19 di Kanada juga berjalan baik, meskipun ada kesalahan langkah awal.

Dengan begitu, tampaknya Trudeau bisa mendapat mayoritas suara lagi dalam pemilu Kanada.

Baca juga: PM Kanada Diancam Dibunuh Saat Kampanye Pemilu

Trudeau sendiri memang masih unggulan di pemilu Kanada, tetapi skandal dan penyimpangan etika menodai citra emasnya, sementara pemerintahannya menunjukkan tanda-tanda keausan setelah enam tahun menjabat.

Menyerukan pemilu Kanada tepat ketika negara itu keluar dari pandemi juga membuat gusar banyak pemilih, yang dimanfaatkan para pemimpin oposisi untuk mencoreng Trudeau.

"Ada lebih banyak orang yang memiliki opini buruk tentang Justin Trudeau hari ini daripada sebelum kampanye," kata Leger jelang pemilu Kanada.

Baca juga: Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.