POPULER GLOBAL: Taliban Usir Ribuan Warga dari Rumahnya Tanpa Alasan | Warga El Salvador Demo Tolak Bitcoin

Kompas.com - 17/09/2021, 05:18 WIB
Tangkap layar unjuk rasa dari daerah Qul-e Urdu Lama di #Kandahar, orang-orang turun ke jalan setelah Taliban memberi mereka waktu 3 hari untuk meninggalkan rumah mereka, mendesak Taliban menghentikan evakuasi paksa. MALALIBASHIR via TWITTERTangkap layar unjuk rasa dari daerah Qul-e Urdu Lama di #Kandahar, orang-orang turun ke jalan setelah Taliban memberi mereka waktu 3 hari untuk meninggalkan rumah mereka, mendesak Taliban menghentikan evakuasi paksa.

KOMPAS.com - Kabar mengenai Taliban yang mengusir sejumlah warga Afghanistan dari rumahnya menjadi berita yang paling banyak dibaca dari kanal Global.

Sementara itu di El Salvador, massa yang marah melakukan aksi protes menentang bitcoin yang disahkan jadi alat pembayaran di negara tersebut.

Berikut kami rangkumkan berita internasional terpopuler dari Kompas.com edisi Kamis (16/9/2021) hingga Jumat (17/9/2021).

Baca juga: POPULER GLOBAL: Taliban Kuasai Afghanistan Genap Sebulan | Pria Dipenjara 25 Tahun padahal Tak Salah

1. Taliban Usir Ribuan Warga dari Rumahnya Tanpa Alasan, Hanya Beri Waktu Tiga Hari untuk Pergi

Ratusan orang melakukan protes di kota Kandahar, Afghanistan, selatan setelah Taliban memerintah warga meninggalkan rumah mereka pada musim dingin.

Para pengunjuk rasa berdemo di depan kantor gubernur di kota itu setelah 3.500 orang yang tinggal di daerah perumahan milik pemerintah diberi waktu tiga hari untuk pergi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pengunjuk rasa, yang juga penduduk daerah itu, mengatakan bahwa mereka tidak diberi alasan atas perintah pengusiran itu.

Bagaimana kelanjutan beritanya? Baca selengkapnya di sini.

Baca juga: Taliban Usir Ribuan Warga dari Rumahnya Tanpa Alasan, Hanya Beri Waktu Tiga Hari untuk Pergi

2. Melihat Kehidupan Warga Afghanistan Sebulan Setelah Taliban Berkuasa

Di perbatasan Afghanistan dengan Uzbekistan, sebuah kereta barang melewati jembatan, dan masuk ke dalam wilayah yang disebut "Negeri Islam".

Bendera Taliban berlatar putih dengan kalimat syahadat berkibar berdampingan dengan bendera Uzbek.

Sejumlah pedagang menyambut kelompok Taliban yang secara de facto kini menguasai Afghanistan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.