Dua Dekade Perang Melawan Teror AS, Adakah Pelajaran yang Bisa Dipetik

Kompas.com - 11/09/2021, 14:04 WIB
Pembajak pesawat membunuh hampir 3.000 orang selama serangan terkoordinasi pada 11 September 2001. Serangan itu antara lain menarget menara kembar World Trade Center (WTC) di New York City, AS. Getty Images Pembajak pesawat membunuh hampir 3.000 orang selama serangan terkoordinasi pada 11 September 2001. Serangan itu antara lain menarget menara kembar World Trade Center (WTC) di New York City, AS.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - "Perang Melawan Teror" yang diumumkan Amerika Serikat sejak serangan 11 September (9/11) diikuti invasi AS ke Afghanistan di bawah pemerintahan Presiden George W Bush.

Sembilan hari setelah serangan 9/11, Presiden ke-43 AS ketika itu mengatakan "Setiap negara, setiap wilayah sekarang harus membuat keputusan. Anda bersama kami atau Anda bersama teroris".

Baca juga: Tragedi Serangan 11 September 2001 dalam Ringakasan Fakta-fakta Singkatnya

Kebijakan itu berlanjut dengan invasi AS ke Irak, hingga kebangkitan ISIS dan proliferasi milisi yang didukung Iran di Timur Tengah. Dampaknya, ribuan prajurit dan wanita dan lebih banyak lagi warga sipil tewas dalam operasi ini.

Terorisme belum dihilangkan, setiap negara besar Eropa telah mengalami serangan dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi menurut koresponden keamanan BBC, Frank Gardner, ada juga keberhasilan.

Sampai saat ini, belum pernah ada serangan yang mendekati skala 9/11. Pangkalan Al-Qaeda di Afghanistan dihancurkan, para pemimpinnya diburu di Pakistan. ISIS yang meneror sebagian besar Suriah dan Irak juga dibongkar.

Melansir BBC, Gardner melaporkan ada pelajaran yang mungkin sudah dan belum diambil AS dari 20 tahun memerangi terorisme di seluruh dunia, berdasarkan pengamatannya dari liputan di Timur Tengah, Afghanistan, Washington, dan Teluk Guantanamo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Detik-detik Serangan 9/11 di Markas Kementerian Pertahanan AS, Pentagon

1. Berbagi informasi intelijen vital

Menurut Gardner petunjuk serangan 9/11 sudah ada dalam informasi intelijen AS, tetapi tidak ada yang menggabungkan informasi di badan-badan intelijen itu tepat waktu.

Pada bulan-bulan menjelang 9/11, dua badan intelijen utama Amerika, FBI dan CIA, sama-sama menyadari ada semacam plot yang sedang terjadi.

Tapi ada persaingan antara pengumpulan intelijen AS baik di domestik dan luar negeri, sehingga mereka menyimpan apa yang mereka ketahui untuk diri mereka sendiri.

Sejak itu, Laporan Komisi 9/11 secara mendalam menelusuri kesalahan yang dibuat dan perbaikan besar telah dibuat.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.