Keluarga Almarhum Separatis Kashmir India Dikasuskan Setelah Diduga Bungkus Jenazah dengan Bendera Pakistan

Kompas.com - 07/09/2021, 00:00 WIB
Tokoh kemerdekaan Kashmir, Syed Ali Shah Geelani. AP PHOTO/ALTAF QADRI via DW INDONESIATokoh kemerdekaan Kashmir, Syed Ali Shah Geelani.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Polisi di Kashmir, India membuka kasus anggota keluarga almarhum pemimpin separatis Syed Ali Shah Geelani di bawah undang-undang anti-teror karena diduga mengangkat slogan-slogan anti-India dan membungkus tubuhnya dengan bendera Pakistan.

Geelani yang meninggal pada Rabu (30/8/2021) di usia 91 tahun adalah lambang pembangkangan Kashmir terhadap India dan telah menjadi tahanan rumah selama bertahun-tahun.

Para pejabat mengatakan mereka membuka kasus itu pada Minggu (5/9/2021).

Putranya, Naseem, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pihak berwenang India menguburkan jenazah Geelani di pemakaman lokal tanpa ada anggota keluarga yang hadir setelah polisi mengambil jenazahnya dari rumah.

Baca juga: Tokoh Separatis Meninggal, India Kunci Wilayah Kashmir

Polisi membantahnya dan menyebutnya "rumor tak berdasar" oleh "beberapa kepentingan pribadi".

Sebuah video yang dibagikan secara luas di media sosial disebut-sebut menunjukkan kerabat Geelani yang kebanyakan wanita, dengan panik berusaha mencegah polisi bersenjata memaksa masuk ke ruangan tempat jenazah, yang dibungkus dengan bendera Pakistan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Video itu menunjukkan para wanita meratap dan berteriak ketika polisi mengambil mayat itu dan mengunci keluarga serta kerabat Geelani di dalam ruangan.

Polisi mengatakan pihaknya mendaftarkan kasus terhadap anggota keluarga Geelani pada Sabtu (4/9/2021), dan mulai menyelidiki kasus separtisme tersebut di bawah Undang-Undang (Pencegahan) Kegiatan Melanggar Hukum atau UAPA.

Saat ini, dilaporakan para keluarga Geelani belum ditahan.

Baca juga: Pemimpin Separatis Kashmir Meninggal, India Perketat Keamanan dan Putus Jaringan Internet

Di India, pemesanan kasus oleh polisi mungkin tidak selalu mengarah pada tuntutan formal, tetapi merupakan insiden yang dicatat secara resmi.

Halaman:

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.