Pemimpin Separatis Kashmir Meninggal, India Perketat Keamanan dan Putus Jaringan Internet

Kompas.com - 02/09/2021, 15:58 WIB
FILE - Pada Rabu, 8 September 2010, file foto, pemimpin separatis Kashmir Syed Ali Shah Geelani melambai ke media sebelum penangkapannya di Srinagar, India. AP PHOTO/ALTAF QADRIFILE - Pada Rabu, 8 September 2010, file foto, pemimpin separatis Kashmir Syed Ali Shah Geelani melambai ke media sebelum penangkapannya di Srinagar, India.

KASHMIR, KOMPAS.com - Pemimpin separatis Kashmir Syed Ali Geelani telah meninggal di rumahnya di Srinagar pada usia 92 tahun. Dia meninggal setelah lama sakit.

Dia adalah seorang juru kampanye veteran melawan pemerintahan India, dan telah berada di bawah tahanan rumah selama 11 tahun terakhir.

Baca juga: Warga Sipil Sering Jadi Korban, India-Pakistan Hentikan Baku Tembak di Kashmir

Pihak berwenang India telah memberlakukan tindakan keras keamanan di Srinagar, kota utama Kashmir, menempatkan kawat berduri dan barikade di jalan-jalan dekat rumah Geelani.

Melansir BBC pada Kamis (2/9/2021), laporan lokal mengatakan jam malam mungkin diikuti, dan layanan internet mungkin terputus.

Langkah-langkah seperti itu tidak biasa pada saat-saat ketegangan di Kashmir yang dikelola India.

Polisi biasanya menggambarkan mereka sebagai tindakan pencegahan, dengan alasan perlunya menghentikan desas-desus online yang memicu potensi kekerasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

India dan Pakistan mengendalikan bagian berbeda dari wilayah mayoritas Muslim, tetapi keduanya mengatakan itu sepenuhnya milik mereka.

Telah terjadi kekerasan di wilayah yang dikelola India selama 30 tahun, karena pemberontakan separatis.

Tentara paramiliter India berjaga di jalan dekat rumah pemimpin separatis Syed Ali Geelani di Srinagar, Kashmir yang dikuasai India, Kamis, 2 September 2021.AP PHOTO/DAR YASIN Tentara paramiliter India berjaga di jalan dekat rumah pemimpin separatis Syed Ali Geelani di Srinagar, Kashmir yang dikuasai India, Kamis, 2 September 2021.

Baca juga: India Akhirnya Pulihkan Jaringan Internet 4G di Kashmir Setelah 18 Bulan

Menulis di Twitter, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyebut Geelani sebagai "pejuang kemerdekaan" dan menyatakan pada Kamis (2/9/2021) sebagai hari berkabung resmi.

Dia mengatakan pemimpin separatis itu telah "berjuang sepanjang hidupnya untuk rakyatnya & hak mereka untuk menentukan nasib sendiri".

Halaman:

Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.