Kompas.com - 06/09/2021, 21:48 WIB
Truk pengangkut sampah di Moskwa. DPA via DW INDONESIATruk pengangkut sampah di Moskwa.

MOSKWA, KOMPAS.com - Tempat penampungan sampah akhir Alexinsky dekat desa Shapino, adalah satu dari belasan tempat penampungan sampah akhir, di sekitar kota metropolitan Moskwa, Rusia. Luasnya 32 hektare, atau sekitar 45 lapangan sepak bola.

Beberapa tahun lalu, lubang tempat penampungan sampah itu dalamnya sekitar 30 meter, kata penduduk sekitar.

Sekarang, ini sudah jadi bukit yang menjulang hingga setinggi 20 meter. Dan bukit ini semakin besar. Demikian pula dengan masalah kesehatan yang dihadapi warga lokal.

Baca juga: Media Rusia dan China Ramai-ramai Ejek Pemulangan Pasukan AS dari Afghanistan

Tempat penampungan akhir itu letaknya sekitar 500 meter dari rumah tempat Yulia Fedoseyeva lahir. Ia mengatakan, kadang-kadang baunya begitu menyengat, sehingga ia tidak bisa membuka jendela. Kedua anaknya, Ilya (8 tahun) dan Yaroslava (7 tahun) juga jadi sering merasa sakit.

Polusi udara ganggu fungsi organ tubuh

Sampai akhirnya Yulia tidak tahan lagi. Ia pindah dari desa kelahirannya, ke kota Klin yang berjarak 7 kilometer dari Shapino.

“Anak-anak selalu merasa sakit. Suatu hari, dokter ahli anak mengatakan, paru-paru mereka mengeluarkan suara memprihatinkan,” tutur Yulia. Ia tidak perlu pikir panjang, dan langsung cari apartemen baru di kota Klin, dan mereka pindah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa waktu kemudian, mereka datang ke dokter itu lagi. “Seperti mujizat, paru-paru anak saya tidak mengeluarkan suara apa-apa lagi! Apa sebabnya? Mudah saja. Kami menjauh dari TPA,” tegas Yulia.

TPA ibaratnya bom waktu

Bukan keluarga Fedoseyeva saja yang menghadapi masalah akibat sampah. Penanganan limbah adalah salah satu masalah paling besar di Rusia.

Data yang dikumpulkan Greenpeace menunjukkan, limbah yang diproses kurang dari 4 persen, dan hanya 2 persen yang akhirnya dibakar. Sisanya langsung mendarat di TPA.

Sebenarnya ironis, bahwa Rusia, negara dengan lahan daratan paling besar di dunia, tidak bisa menemukan tempat cukup untuk 70 juta ton limbah yang dihasilkan populasinya setiap tahun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Tren Fashion Berpengaruh Era 1960-2000an

Daftar Tren Fashion Berpengaruh Era 1960-2000an

Internasional
NASA Rilis Rekaman Suara 'Menakutkan' dari Mars

NASA Rilis Rekaman Suara "Menakutkan" dari Mars

Global
Tiga Anjing Terjebak Lava Gunung Berapi di La Palma Coba Diselamatkan Pakai Drone

Tiga Anjing Terjebak Lava Gunung Berapi di La Palma Coba Diselamatkan Pakai Drone

Global
Tak Sinkron dengan Paris Agreement, Produksi Bahan Bakar Fosil Negara Kaya Justru Melonjak pada 2030

Tak Sinkron dengan Paris Agreement, Produksi Bahan Bakar Fosil Negara Kaya Justru Melonjak pada 2030

Global
Pembelot Korea Utara Kabur dari Penjara, China Tawarkan Ratusan Juta untuk Menangkapnya

Pembelot Korea Utara Kabur dari Penjara, China Tawarkan Ratusan Juta untuk Menangkapnya

Global
Berupaya Bentuk Tentara Bayaran, Mantan Pasukan Jerman Ditahan

Berupaya Bentuk Tentara Bayaran, Mantan Pasukan Jerman Ditahan

Global
AS Mengaku Tidak Tahu Cara Menghadapi Rudal Hipersonik China dan Rusia

AS Mengaku Tidak Tahu Cara Menghadapi Rudal Hipersonik China dan Rusia

Global
Rusia Cegat Bomber AS di Laut Hitam

Rusia Cegat Bomber AS di Laut Hitam

Global
Daftar Tren Fashion Berpengaruh Era 1900-1950an

Daftar Tren Fashion Berpengaruh Era 1900-1950an

Internasional
Taliban Beri Uang dan Tanah ke Keluarga Pelaku Bom Bunuh Diri Penyerang Pasukan AS

Taliban Beri Uang dan Tanah ke Keluarga Pelaku Bom Bunuh Diri Penyerang Pasukan AS

Global
Kasus Covid-19 Inggris Naik Lagi, Lambatnya Vaksinasi Covid-19 untuk Anak-anak Disorot

Kasus Covid-19 Inggris Naik Lagi, Lambatnya Vaksinasi Covid-19 untuk Anak-anak Disorot

Global
Pria Pencemburu Ini Tikam Korbannya hingga Tewas karena Berbicara dengan Istrinya

Pria Pencemburu Ini Tikam Korbannya hingga Tewas karena Berbicara dengan Istrinya

Global
Bangun Rute Narkoba, Kartel Terkuat Meksiko Perluas “Kerajaan Kriminal” di Seluruh Amerika Latin

Bangun Rute Narkoba, Kartel Terkuat Meksiko Perluas “Kerajaan Kriminal” di Seluruh Amerika Latin

Global
Kuda Nil Kokain Milik Pablo Escobar Bakal Disterilkan, Ini Alasannya...

Kuda Nil Kokain Milik Pablo Escobar Bakal Disterilkan, Ini Alasannya...

Global
Biografi Edmund Cartwright, Penemu Alat Tenun

Biografi Edmund Cartwright, Penemu Alat Tenun

Internasional

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.