Kompas.com - 30/08/2021, 22:10 WIB
Asap mengepul dari ledakan bom di luar bandara di Kabul, Afghanistan, Kamis (26/8/2021). Dua pelaku bom bunuh diri dan pria bersenjata menargetkan massa yang berkumpul di dekat bandara Kabul. AP PHOTO/WALI SABAWOONAsap mengepul dari ledakan bom di luar bandara di Kabul, Afghanistan, Kamis (26/8/2021). Dua pelaku bom bunuh diri dan pria bersenjata menargetkan massa yang berkumpul di dekat bandara Kabul.

KABUL, KOMPAS.com – ISIS-K mengaku bertanggung jawab atas serangan roket terbaru di dekat bandara Kabul, Afghanistan, saat proses evakuasi terus berlangsung.

Seorang juru bicara kelompok teror itu mengatakan, milisinya menembakkan enam roket Katyusha ke bandara Kabul pada Senin (30/8/2021) pagi waktu setempat.

Sementara itu, para pejabat AS mengatakan bahwa sistem pertahanan anti-rudal yang mereka tempatkan berhasil mencegat lima roket.

Baca juga: Afghanistan Terbaru: Roket-roket Targetkan Pasukan AS Saat Penarikan Masuki Tahap Akhir

Juru Bicara Komando Pusat AS, Kapten Bill Urban, mengatakan tidak ada korban jiwa dari kalangan AS akibat serangan roket tersebut.

Urban mengatakan, serangan roket tersebut juga tidak berpengaruh dan bandara Kabul tetap beroperasi serta upaya evakuasi terus berlanjut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Serangan roket tersebut terjadi selang beberapa jam setelah pasukan AS melancarkan serangan drone yang menyasar target ISIS-K di dekat bandara Kabul pada Minggu (29/8/2021).

Baca juga: Afghanistan Terkini: Roket Beterbangan di Atas Kabul Menuju Arah Bandara

Sejumlah saksi mata di lapangan mengatakan, serangan drone itu memusnahkan dua mobil di dekat sebuah gedung di dekat bandara Kabul.

Para pejabat militer AS menuturkan, serangan itu berhasil mencegah serangan bunuh diri lanjutan yang juga menyasar bandara sebagaimana dilansir The Independent.

Serangan menghancurkan kendaraan sekaligus menewaskan satu orang di dalamnya yang terkait dengan ISIS-K.

Baca juga: Beberapa Roket Terbang di Kabul Afghanistan, Target Belum Diketahui

Pada Kamis (26/8/2021), bom bunuh diri meledak di luar bandara Kabul, menewaskan 13 tentara AS dan 170 warga sipil.

ISIS-K mengeklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut.

Pada Jumat (27/8/2921), AS membalasnya dengan serangan pesawat nirawak di Afghanistan timur. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan dua petinggi ISIS-K.

Baca juga: Serangan Drone AS ke ISIS-K Ternyata Juga Tewaskan 3 Bocah Afghanistan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.