Penculikan Dokter Rumah Sakit Jadi Masalah Baru di Haiti Pasca Gempa

Kompas.com - 20/08/2021, 18:24 WIB
Foto dari udara memperlihatkan Hotel Le Manguier hancur akibat gempa Haiti di Les Cayes, Sabtu (14/8/2021). Gempa magnitudo 7,2 ini berpusat 125 kilometer di barat ibu kota Port-au-Prince, menurut data Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). AP PHOTO/RALPH TEDY EROLFoto dari udara memperlihatkan Hotel Le Manguier hancur akibat gempa Haiti di Les Cayes, Sabtu (14/8/2021). Gempa magnitudo 7,2 ini berpusat 125 kilometer di barat ibu kota Port-au-Prince, menurut data Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

PORT-AU-PRINCE, KOMPAS.com - Bantuan untuk para korban gempa Haiti dan badai tropis mulai datang lebih cepat pada Kamis (19/8/2021), tetapi ketidakamanan menjadi tantangan besar dalam menangani dampak bencana.

Haiti dilanda gempa 7,2 magnitudo pada 14 Agustus, yang menewaskan lebih dari 2.100 orang. Disusul terjangan hujan deras dari Badai Tropis Grace pada pekan ini, dan bantuan lambat datang membuat negara frustasi.

Kemiskinan yang mengakar dan kurangnya infrastruktur dasar adalah tantangan besar untuk para korban mendapatkan bantuan baik berupa makanan dan perawatan medis yang mendesak.

Baca juga: Warga yang Selamat dari Gempa Haiti Khawatir Jadi Korban Tewas Selanjutnya karena Kelaparan

Namun muncul masalah baru, terjadi penculikan 2 dokter ahli bedah ortopedi dari rumah sakit besar di ibu kota Port-au-Prince, tempat dikirimnya korban luka akibat gempa Haiti.

Akibat kasus penculikan itu, rumah sakit tutup selama 2 hari sejak Kamis (19/8/2021) unntuk memprotes tindak penculikan dokter tersebut.

Penculikan tersebut merupakan pukulan besar untuk upaya tanggap bencana di Port-au-Prince, di tengah kecaman bahwa genjatan senjata geng seharusnya dilakukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Terbaru, Korban Tewas Gempa Haiti Capai 2.189 Orang

Selain penculikan, masalah lain muncul di provinsi selatan yang rusak akibat gempa, di mana polisi nasional mengatakan penduduk desa memasang barikade di jalan untuk mencegah bantuan masuk, dengan alasan bahwa mereka juga membutuhkan bantuan.

“Bagi masyarakat yang memblokir jalan di waktu luang mereka untuk menghentikan (bantuan) agar tidak sampai ke yang lainnya, Anda harus menunggu sampai bantuan datang kepada Anda,” kata juru bicara Kepolisian Nasional Marie-Michelle Verrier.

Verrier mengatakan unit polisi khusus akan mengawal pengiriman bantuan. Ia juga mengungkapkan bahwa ada 22 tahanan yang telah melarikan diri dari penjara Les Cayes setelah gempa.

Perdana Menteri Ariel Henry mengatakan pada Rabu (18/8/2021) bahwa pemerintahannya akan mencoba untuk tidak "mengulangi sejarah tentang salah urus dan koordinasi bantuan," seperti pada 2010 pasca-gempa.

Baca juga: Korban Tewas Gempa Haiti Naik Menjadi 1.941 Jiwa

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.