Konflik Afghanistan: Perang Saudara Bisa Pecah Kapan Saja

Kompas.com - 13/08/2021, 14:40 WIB
Petugas keamanan Afghanistan berpatroli setelah mereka merebut kembali bagian kota Herat menyusul pertempuran antara Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan, di pinggiran Herat, 640 kilometer (397 mil) barat Kabul, Afghanistan, Minggu, 8 Agustus 2021. AP PHOTO/HAMED SARFARAZIPetugas keamanan Afghanistan berpatroli setelah mereka merebut kembali bagian kota Herat menyusul pertempuran antara Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan, di pinggiran Herat, 640 kilometer (397 mil) barat Kabul, Afghanistan, Minggu, 8 Agustus 2021.

KOMPAS.com – Sejauh ini, Taliban dilaporkan telah merebut 12 ibu kota provinsi di Afghanistan.

Meski kelompok pemberontak tersebut “hanya” memiliki sekitar 85.000 milisi, mereka telah berhasil menguasai banyak provinsi dan kota-kota besar.

Ketika AS dan NATO terus menarik pasukan mereka dari Afghanistan, Taliban dilaporkan memegang kendali atas 65 persen wilayah negara tersebut.

Laporan lain memprediksi, Taliban bisa saja mengepung ibu kota Afghanistan, Kabul, hanya dalam 30 hari.

Baca juga: Lashkar Gah dan Kandahar Jatuh ke Tangan Taliban, 12 Ibu Kota Provinsi Afghanistan Dikuasai Milisi

Hidup dalam Ketakutan

Fahim Sadat, kepala departemen hubungan internasional di Universitas Kardan di Kabul, mengatakan bahwa suasana ketakutan dan kecemasan menyeruak di jalanan.

"Setelah Idul Adha mereka mulai menyerang kota-kota besar. Serangan itu menimbulkan banyak kematian di antara warga sipil, belum lagi pasukan keamanan,” kata Sadat.

Menurut laporan PBB, lebih dari 5.000 wanita dan anak-anak di Afghanistan meninggal pada paruh pertama 2021 sebagaimana dilansir Sputnik, Jumat (13/8/2021).

Sementara hampir 300.000 lainnya telah mengungsi sejak Januari. Jutaan orang lainnya hidup dalam kemiskinan dan selalu membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Baca juga: Taliban Rebut Bandara Afghanistan di 2 Provinsi

Sadat menjelaskan, kondisi yang memburuk di negaranya disebabkan oleh penarikan pasukan AS dan NATO secara tiba-tiba.

"Pemerintah mengeklaim bahwa enam bulan dari sekarang, mereka dapat mengendalikan situasi. Tetapi mengingat kegagalan mereka sekarang, rakyat ragu itu akan terjadi,” ujar Sadat.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Finlandia Siagakan Militernya Setelah Ketegangan soal Ukraina Meningkat

Finlandia Siagakan Militernya Setelah Ketegangan soal Ukraina Meningkat

Global
Sekelompok Kasus Covid-19 Baru Ditemukan, China Lockdown Wilayah Dekat Desa Olimpiade

Sekelompok Kasus Covid-19 Baru Ditemukan, China Lockdown Wilayah Dekat Desa Olimpiade

Global
Emir Qatar akan Bertemu Joe Biden Pekan Depan, Bahas Keamanan dan Afghanistan

Emir Qatar akan Bertemu Joe Biden Pekan Depan, Bahas Keamanan dan Afghanistan

Global
Rekan Wartawan Terbunuh, Wartawan Meksiko Organisir Protes Nasional

Rekan Wartawan Terbunuh, Wartawan Meksiko Organisir Protes Nasional

Global
Gambar Kota-kota Mediterania Diselimuti Salju Tebal akibat Badai Elpida yang Langka dan Parah

Gambar Kota-kota Mediterania Diselimuti Salju Tebal akibat Badai Elpida yang Langka dan Parah

Global
Kemenlu Kanada Hadapi Serangan Siber, Intelijen Sebut Ada Keterlibatan Rusia

Kemenlu Kanada Hadapi Serangan Siber, Intelijen Sebut Ada Keterlibatan Rusia

Global
Imbas Disinformasi Covid-19, Neil Young Minta Spotify Hapus Semua Lagunya

Imbas Disinformasi Covid-19, Neil Young Minta Spotify Hapus Semua Lagunya

Global
Eropa Makin Panas, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Rusia-Ukraina

Eropa Makin Panas, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Rusia-Ukraina

Global
CEO Apple Dibuntuti Wanita Misterius, Sempat Nekat Masuk Propertinya Tanpa Izin

CEO Apple Dibuntuti Wanita Misterius, Sempat Nekat Masuk Propertinya Tanpa Izin

Global
26 Januari 1950: Republik India Berdiri

26 Januari 1950: Republik India Berdiri

Global
Korea Utara Tak Bisa Diakses Melalui Internet, Diduga Terjadi Pemadaman Total

Korea Utara Tak Bisa Diakses Melalui Internet, Diduga Terjadi Pemadaman Total

Global
Situasi Makin Tegang, Jepang Pertimbangkan Evakuasi Warganya dari Ukraina

Situasi Makin Tegang, Jepang Pertimbangkan Evakuasi Warganya dari Ukraina

Global
Rusia Usulkan Larangan Perdagangan Mata Uang Kripto

Rusia Usulkan Larangan Perdagangan Mata Uang Kripto

Global
AS Berupaya Temukan Jet Tempur Siluman F-35 yang Jatuh di Laut China Selatan

AS Berupaya Temukan Jet Tempur Siluman F-35 yang Jatuh di Laut China Selatan

Global
Selain Daging Sapi, Indonesia Jadi Pasar Terbesar untuk Gandum dari Australia

Selain Daging Sapi, Indonesia Jadi Pasar Terbesar untuk Gandum dari Australia

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.