Lashkar Gah dan Kandahar Jatuh ke Tangan Taliban, 12 Ibu Kota Provinsi Afghanistan Dikuasai Milisi

Kompas.com - 13/08/2021, 11:23 WIB

LASHKAR GAH, KOMPAS.com - Taliban merebut kota kunci Lashkar Gah di selatan Afghanistan, dan Kandahar kota terbesar kedua di negara itu.

Hal tersebut disampaikan sumber keamanan senior Afghanistan kepada AFP, Jumat (13/8/2021), yang turut dikonfirmasi oleh Taliban sendiri.

Jatuhnya Lashkar Gah dan Kandahar ke tangan Taliban membuat 12 ibu kota provinsi Afghanistan dikuasai milisi.

Baca juga: Taliban Rebut Bandara Afghanistan di 2 Provinsi

Militer dan pemerintah lalu mengevakuasi warga kota Lashkar Gah, kata sumber keamanan kepada AFP.

"Kandahar benar-benar ditaklukkan. Mujahideen mencapai Lapangan Martir di kota," kicau seorang juru bicara Taliban di akun Twitter yang diakui secara resmi.

Klaim itu didukung oleh seorang penduduk, yang mengatakan kepada AFP bahwa pasukan pemerintah tampaknya telah ditarik secara massal ke fasilitas militer di luar kota.

Sebelumnya, pada Kamis (12/8/2021) Taliban merebut Ghazni yang membuat mereka semakin dekat ke ibu kota negara, Kabul. Jarak Ghazni ke Kabul hanya 150 kilometer.

"Taliban menguasai daerah-daerah kunci kota - kantor gubernur, markas polisi dan penjara," ujar Nasir Ahmad Faqiri, kepala dewan provinsi, kepada AFP.

Dalam waktu kurang dari seminggu, Taliban telah merebut 12 ibu kota provinsi dan sekarang mengepung kota terbesar di utara yang juga benteng tradisional anti-Taliban, Mazar-i-Sharif.

Baca juga: Rebut 10 Ibu Kota Provinsi Afghanistan, Taliban Semakin Dekat ke Kabul


Berikut adalah daftar 12 ibu kota provinsi Afghanistan yang kini dikuasai Taliban dan tanggal konfirmasi jatuhnya.

  1. Zaranj, 7 Agustus 2021
  2. Sheberghan, 8 Agustus 2021
  3. Kunduz, 8 Agustus 2021
  4. Sar-e-Pul, 8 Agustus 2021
  5. Taloqan, 8 Agustus 2021
  6. Aibak, 9 Agustus 2021
  7. Farah, 10 Agustus 2021
  8. Pul-e-Khumri, 10 Agustus 2021
  9. Herat, 12 Agustus 2021
  10. Ghazni, 12 Agustus 2021
  11. Lashkar Gah, 13 Agustus 2021
  12. Kandahar, 13 Agustus 2021

Perang Afghanistan meningkat secara drastis sejak Mei, ketika militer pimpinan AS memulai tahap akhir penarikan pasukan yang akan berakhir akhir bulan ini setelah tugas 20 tahun.

Baca juga: Kisah Perang Afghanistan: Awal Invasi AS dan Siapa Taliban?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10.000 Warga Mariupol Ukraina Minum Air Hujan, Tak Ada Listrik dan Makanan

10.000 Warga Mariupol Ukraina Minum Air Hujan, Tak Ada Listrik dan Makanan

Global
Krisis Sri Lanka Diyakini Bisa Membaik dalam 18 Bulan, Ini Rencana Pemerintahnya

Krisis Sri Lanka Diyakini Bisa Membaik dalam 18 Bulan, Ini Rencana Pemerintahnya

Global
Anggota Parlemen Rusia: Pindahkan Rudal Hipersonik dalam Jarak Menyerang ke AS!

Anggota Parlemen Rusia: Pindahkan Rudal Hipersonik dalam Jarak Menyerang ke AS!

Global
Saksi Penembakan Massal pada Hari Kemerdekaan AS: Ada 200 Tembakan, Saya Kira Kembang Api

Saksi Penembakan Massal pada Hari Kemerdekaan AS: Ada 200 Tembakan, Saya Kira Kembang Api

Global
Dubes Hamianin Jelaskan 3 Alasan Ukraina Tak Bisa Ekspor Biji-bijian, Tuding Rusia Mencuri

Dubes Hamianin Jelaskan 3 Alasan Ukraina Tak Bisa Ekspor Biji-bijian, Tuding Rusia Mencuri

Global
Beijing Tanggapi Tuduhan NASA Soal Rencana China untuk Mengambil Alih Bulan

Beijing Tanggapi Tuduhan NASA Soal Rencana China untuk Mengambil Alih Bulan

Global
Bantah Rumor Pensiun, Paus Fransiskus Ingin Kunjungi Moskwa dan Kyiv

Bantah Rumor Pensiun, Paus Fransiskus Ingin Kunjungi Moskwa dan Kyiv

Global
Korea Utara Diduga Lepas Air Bendungan Tiba-tiba, Korea Selatan Desak Warga Mengungsi dari Perbatasan

Korea Utara Diduga Lepas Air Bendungan Tiba-tiba, Korea Selatan Desak Warga Mengungsi dari Perbatasan

Global
Pria Ini Marah Dapati Ada Pria Lain Intip Dirinya di Toilet Umum

Pria Ini Marah Dapati Ada Pria Lain Intip Dirinya di Toilet Umum

Global
Jawaban Rusia Saat Ditanya Keterlibatan dalam Kerusuhan di Uzbekistan

Jawaban Rusia Saat Ditanya Keterlibatan dalam Kerusuhan di Uzbekistan

Global
Dubes Hamianin: Jokowi ke Ukraina Contoh yang Sangat Baik bagi Dunia

Dubes Hamianin: Jokowi ke Ukraina Contoh yang Sangat Baik bagi Dunia

Global
Jenderal Sudan Tegaskan Tentara akan Mundur dari Pemerintahan

Jenderal Sudan Tegaskan Tentara akan Mundur dari Pemerintahan

Global
Banjir Australia Memburuk, Ribuan Warga Sydney Mengungsi

Banjir Australia Memburuk, Ribuan Warga Sydney Mengungsi

Global
Gletser di Gunung Italia Runtuh, Korban Meninggal Bertambah, Belasan Masih Hilang

Gletser di Gunung Italia Runtuh, Korban Meninggal Bertambah, Belasan Masih Hilang

Global
Xiao Jianhua, Pengusaha China yang Hilang Misterius, Resmi Diadili

Xiao Jianhua, Pengusaha China yang Hilang Misterius, Resmi Diadili

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.