AS Kerahkan Puluhan Pesawat Tempur untuk Kawal Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Kompas.com - 07/05/2021, 16:03 WIB
Ilustrasi: Dalam foto yang dirilis Angkatan Laut AS ini terlihat sebuah jet tempur F/A-18C Hornet bersiap untuk mendarat di atas landasan di kapal induk USS George HW Bush, pada Juli lalu di perairan Teluk Persia. Pesawat tempur jenis inilah yang digunakan dalam serangan udara yang mengincar posisi pasukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang berada di luar kot Arbil, wilayah otonomi Kurdi, Irak. Joshua Card / US NAVY / AFPIlustrasi: Dalam foto yang dirilis Angkatan Laut AS ini terlihat sebuah jet tempur F/A-18C Hornet bersiap untuk mendarat di atas landasan di kapal induk USS George HW Bush, pada Juli lalu di perairan Teluk Persia. Pesawat tempur jenis inilah yang digunakan dalam serangan udara yang mengincar posisi pasukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang berada di luar kot Arbil, wilayah otonomi Kurdi, Irak.

KABUL, KOMPAS.com - Amerika Serikat mengerahkan puluhan pesawat tempur untuk kawal pasukan AS dan koalisi yang ditarik mundur, saat Taliban meningkatakan tekanan terhadap pasukan pemerintah Afghanistan.

Jenderal Mark Milley, Kepala Staf Gabungan, mengatakan AS mengerahkan pesawat tempur F-18 dan 6 unit pesawat pengebom B-25 telah ditambahkan dalam paket kekuatan pertahanan udara.

Dalam pertahanan laut, AS mengerahkan kapal induk USS Dwight D Eisenhower di Laut Arab Utara.

Paket pertahanan udara dan laut dikerahkan bersama dengan ratusan Army Rangers, untuk mengamankan penarikan pasukan AS di Afghanistan, seperti yang dilansir dari The Guardian pada Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Jenderal AS Ungkap Kemungkinan Skenario Terburuk Akibat Penarikan Pasukan AS di Afghanistan

Para pejabat AS mengatakan sebelum penarikan dimulai, mereka telah memperkirakan Taliban akan berusaha untuk ikut campur.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satunya dengan terus menekan pasukan pemerintah Afghanistan, terutama di provinsi Helmand dan Kandahar di Afghanistan selatan.

"Masih ada tingkat serangan kekerasan yang berkelanjutan" oleh Taliban terhadap pasukan keamanan pemerintahan Afghanistan, kata Milley yang berbicara di samping Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, pada konferensi pers di Pentagon.

Milley mengatakan tidak ada serangan terhadap AS atau pasukan koalisi sejak mereka mulai menarik diri dari tanah Afghanistan pada awal Mei.

Baik Milley dan Austin adalah seorang pensiunan jenderal angkatan darat, adalah veteran perang di Afghanistan.

Baca juga: Trump Nyatakan Dukungan atas Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Tapi Kritik Masalah Ini

"Mereka sedang berjuang untuk negara mereka sendiri sekarang. Tidak ada kesimpulan yang sudah pasti, jika dalam perkiraan militer profesional saya sebelumnya, bahwa Taliban secara otomatis menang dan Kabul jatuh, atau prediksi mengerikan semacam itu," jelas Milley.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

POPULER GLOBAL: “Armada Hantu” Iran Jual Minyak ke China | Pria Kaget Anaknya Ternyata Pamannya

POPULER GLOBAL: “Armada Hantu” Iran Jual Minyak ke China | Pria Kaget Anaknya Ternyata Pamannya

Global
Biografi Tokoh Dunia: Robert Schuman, Bapak Eropa dan Perintis Perdamaian yang Mendunia

Biografi Tokoh Dunia: Robert Schuman, Bapak Eropa dan Perintis Perdamaian yang Mendunia

Internasional
Israel Makin Canggih, Kini Punya Laser untuk Tembak Jatuh Drone

Israel Makin Canggih, Kini Punya Laser untuk Tembak Jatuh Drone

Global
Puluhan Anjing Diselamatkan Aktivis Sebelum Jadi Hidangan di Festival Daging Anjing di China

Puluhan Anjing Diselamatkan Aktivis Sebelum Jadi Hidangan di Festival Daging Anjing di China

Global
Pemimpin Junta Militer Myanmar ke Luar Negeri untuk Kedua Kalinya Pasca-KTT

Pemimpin Junta Militer Myanmar ke Luar Negeri untuk Kedua Kalinya Pasca-KTT

Global
Terkait Nuklir, PM Baru Israel Sebut Presiden Baru Iran Algojo Brutal

Terkait Nuklir, PM Baru Israel Sebut Presiden Baru Iran Algojo Brutal

Global
Viral, Video Guru Telepon Satu-satu Muridnya karena Hanya 10 yang Masuk Kelas Online

Viral, Video Guru Telepon Satu-satu Muridnya karena Hanya 10 yang Masuk Kelas Online

Global
Sama-sama Disegani, Inilah Perbandingan Pasukan Khusus Iran dan Israel

Sama-sama Disegani, Inilah Perbandingan Pasukan Khusus Iran dan Israel

Global
Covid-19 Indonesia Tembus 2 Juta Kasus, Beritanya Populer di Media Asing

Covid-19 Indonesia Tembus 2 Juta Kasus, Beritanya Populer di Media Asing

Global
Gajah di Thailand Jebol Tembok Dapur Rumah Orang dan Curi Sekantong Beras

Gajah di Thailand Jebol Tembok Dapur Rumah Orang dan Curi Sekantong Beras

Global
Inspirasi Energi: Peluang dan Tantangan Menuju Nol Emisi Karbon

Inspirasi Energi: Peluang dan Tantangan Menuju Nol Emisi Karbon

Internasional
Parlemen Swedia Loloskan Mosi Tidak Percaya terhadap PM Stefan Lofven

Parlemen Swedia Loloskan Mosi Tidak Percaya terhadap PM Stefan Lofven

Global
Pacar Selingkuh dengan Kakek, Pria Ini Kaget Anaknya Ternyata adalah Pamannya

Pacar Selingkuh dengan Kakek, Pria Ini Kaget Anaknya Ternyata adalah Pamannya

Global
Angelina Jolie Kunjungi Pengungsi Korban Konflik Mali di Burkina Faso

Angelina Jolie Kunjungi Pengungsi Korban Konflik Mali di Burkina Faso

Global
China Klaim Sudah Beri Satu Miliar Dosis Vaksin Covid-19 pada Warganya

China Klaim Sudah Beri Satu Miliar Dosis Vaksin Covid-19 pada Warganya

Global
komentar
Close Ads X