Sejak Kudeta, 80 Personel Hengkang dari Angkatan Udara Myanmar

Kompas.com - 07/05/2021, 15:45 WIB
Personel militer berpartisipasi dalam parade pada Hari Angkatan Bersenjata di Naypyitaw, Myanmar, Sabtu, 27 Maret 2021. APPersonel militer berpartisipasi dalam parade pada Hari Angkatan Bersenjata di Naypyitaw, Myanmar, Sabtu, 27 Maret 2021.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com – Lebih dari 80 personel meninggalkan Angkatan Udara Myanmar sejak militer melakukan kudeta pada 1 Februari.

Para personel yang hengkang dari Angkatan Udara Myanmar itu berasal dari berbagai kepangkatan, termasuk perwira.

Kapten Lin Htet Aung dari Defense Services Academy Intake 54 mengonfirmasi laporan itu di media sosial sebagaimana dilansir The Irrawaddy, Kamis (6/5/2021).

Baca juga: Dewan Bisnis AS-ASEAN Berkomitmen Bantu Myanmar Keluar dari Krisis Kudeta

Dia menambahkan, ratusan tentara dari unit infanteri juga telah bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil (CDM).

“Lebih dari 10 perwira dari Angkatan Udara telah bergabung dengan CDM. Pangkat tertinggi dari mereka adalah kapten,” kata Lin Htet Aung yang juga sedang melakukan aksi mogok.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para personel Angkatan Udara yang kabur tersebut berasal dari pangkalan udara dan unit komunikasi penerbangan di daerah Yangon, Mandalay, Ayeyarwady, dan Negara Bagian Kachin.

“Beberapa melarikan diri karena mereka melakukan pelanggaran. Yang lain bergabung dengan CDM atas kemauan mereka sendiri,” imbuh Lin Htet Aung.

Baca juga: Pemerintah Bayangan Myanmar Umumkan Pasukan Pertahanan Rakyat

Lin Htet Aung menambahkan, kepergian mereka bisa berdampak negatif pada fungsi administratif Angkatan Udara Myanmar.

Laporan tentang hengkangnya personel Angkatan Udara Myanmar muncul setelah satu helikopter militer Myanmar ditembak jatuh oleh Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA) di Negara Bagian Kachin pada Senin (3/5/2021).

Tiga awak helikopter tewas dalam insiden itu.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota Tim Sepak Bola Nasional Myanmar Tak Mau Pulang, Cari Suaka di Jepang

Anggota Tim Sepak Bola Nasional Myanmar Tak Mau Pulang, Cari Suaka di Jepang

Global
Kisah Misteri: 5 Fakta Mengerikan Perang Waterloo yang Akhiri Kekuasaan Napoleon Bonaparte

Kisah Misteri: 5 Fakta Mengerikan Perang Waterloo yang Akhiri Kekuasaan Napoleon Bonaparte

Internasional
Kenapa Pemain Italia Suka Teriak Saat Nyanyi Lagu Kebangsaan? Ini Sejarahnya...

Kenapa Pemain Italia Suka Teriak Saat Nyanyi Lagu Kebangsaan? Ini Sejarahnya...

Global
1000 Lebih Pengungsi Rohingya di Bangladesh Terserang Wabah Diare, 4 Orang Tewas

1000 Lebih Pengungsi Rohingya di Bangladesh Terserang Wabah Diare, 4 Orang Tewas

Global
Remaja Palestina Tewas Ditembak oleh Militer Israel dalam Bentrokan di Tepi Barat

Remaja Palestina Tewas Ditembak oleh Militer Israel dalam Bentrokan di Tepi Barat

Global
'Batu Permata' Misterius Ditemukan di Afrika Selatan, 1.000 Lebih Orang Berburu Harta

"Batu Permata" Misterius Ditemukan di Afrika Selatan, 1.000 Lebih Orang Berburu Harta

Global
Pakar: Biden dan Putin Tidak Akan Berteman meski Pertemuan 'Sangat Konstruktif'

Pakar: Biden dan Putin Tidak Akan Berteman meski Pertemuan "Sangat Konstruktif"

Global
AS Vs China, dari Pandemi Covid-19 ke Ideologi

AS Vs China, dari Pandemi Covid-19 ke Ideologi

Global
Sopir Truk Tewas Ditikam akibat Melerai Perkelahian Istri Tetangga

Sopir Truk Tewas Ditikam akibat Melerai Perkelahian Istri Tetangga

Global
Merasa Tidak Bahagia dan Ingin Dipenjara, Seorang Pria Bunuh Orang Lain

Merasa Tidak Bahagia dan Ingin Dipenjara, Seorang Pria Bunuh Orang Lain

Global
China Mengaku Ada Kerusakan di Pembangkit Nuklir Taishan

China Mengaku Ada Kerusakan di Pembangkit Nuklir Taishan

Global
Einstein Prediksi Bagaimana Israel Bakal Jatuh, Begini Ramalannya...

Einstein Prediksi Bagaimana Israel Bakal Jatuh, Begini Ramalannya...

Global
Kebakaran di Sebuah Desa di Myanmar, 200-an Rumah Jadi Abu

Kebakaran di Sebuah Desa di Myanmar, 200-an Rumah Jadi Abu

Global
Lebih Memihak Amerika, Ini Perbedaan antara Biden dan Trump Setelah Bertemu Putin

Lebih Memihak Amerika, Ini Perbedaan antara Biden dan Trump Setelah Bertemu Putin

Global
Pengacara Perawat Maradona: Dokter yang Membunuh Sang Legenda

Pengacara Perawat Maradona: Dokter yang Membunuh Sang Legenda

Global
komentar
Close Ads X