Bunuh dan Mutilasi Mahasiswinya, Profesor Sejarah Terkemuka Rusia Dipenjara

Kompas.com - 26/12/2020, 14:25 WIB
Pada file foto Senin 7 Januari 2013 ini, Oleg Sokolov, seorang profesor sejarah di St. Petersburg State University, mengenakan seragam jenderal angkatan darat Perancis era 1812 selama pemeragaan Invasi Prancis ke Rusia pada tahun 1812, selama perayaan untuk menandai Natal Ortodoks Rusia di St. Petersburg, Rusia. Pengadilan di St. Petersburg telah menghukum seorang profesor sejarah terkemuka dengan tuduhan membunuh dan memutilasi seorang mahasiswi dan menghukumnya 12 1/2 tahun penjara. AP/Dmitri LovetskyPada file foto Senin 7 Januari 2013 ini, Oleg Sokolov, seorang profesor sejarah di St. Petersburg State University, mengenakan seragam jenderal angkatan darat Perancis era 1812 selama pemeragaan Invasi Prancis ke Rusia pada tahun 1812, selama perayaan untuk menandai Natal Ortodoks Rusia di St. Petersburg, Rusia. Pengadilan di St. Petersburg telah menghukum seorang profesor sejarah terkemuka dengan tuduhan membunuh dan memutilasi seorang mahasiswi dan menghukumnya 12 1/2 tahun penjara.

MOSKWA, KOMPAS.com - Seorang profesor sejarah di Rusia dipenjara setelah membunuh dan memutilasi mahasiswinya, lapor Associated Press (AP), Jumat (25/12/2020).

Pengadilan Saint Petersburg, Rusia pada Jumat waktu setempat menghukum seorang profesor yang telah membunuh dan memutilasi mahasiswinya. 

Profesor sejarah terkemuka, Oleg Sokolov (64) mengajar di Saint Petersburg State University. Dia divonis bersalah karena menembak, membunuh dan memutilasi korbannya, mahasiswi doktoral yang berusia 24 tahun, Anastasia Yeshchenko di apartemen Sokolov pada November 2019.

Sokolov divonis dengan hukuman 12 setengah tahun penjara.

Baca juga: Mutilasi Ibunya Hidup-hidup, Selebgram Ini Tertawa di Pengadilan

Sokolov ditahan setelah membuang beberapa potongan tubuh korbannya di Sungai Moika, di luar apartemennya di Saint Petersburg. 

Di dalam ranselnya juga ditemukan 2 potongan tangan korban. Adapun anggota badan lainnya ditemukan di sungai dan juga di apartemen Sokolov yang berlokasi kurang dari 1,5 kilometer dari Museum Hermitage.

Selama persidangan berlangsung, Sokolov mengaku bahwa dia dan korbannya, Yeshchenko memiliki hubungan romantis. Dia menembak mahasiswi itu ketika mereka tengah bertengkar.

Jaksa penuntut telah meminta hukuman lebih lama, 15 tahun.

Sokolov dikenal karena buku-bukunya tentang era Napoleon dan partisipasinya yang antusias dalam pentas pemeragaan ulang pertempuran bersejarah, sehingga kasusnya menarik perhatian masyarakat luas di Rusia.

Pakar sejarah terkemuka itu juga dikenal fasih berbahasa Perancis. Dia juga anggota terkemuka di gerakan pemeragaan militer sejak awal tahun 1990-an. 

Baca juga: Bunuh dan Mutilasi 9 Orang, Pria Berjuluk Pembunuh Twitter Ini Dihukum Mati

Dia mahir memeragakan Napoleon dalam berbagai representasi pertempuran bersejarah serta peristiwa lain.

Gaya Sokolov yang mencolok dan penyampaiannya yang berapi-api membuatnya populer di kalangan mahasiswa, dan dia pernah berbicara tentang hasratnya akan era Napoleon dalam wawancara TV.

Napoleon adalah idolanya dan sesama penggemar sejarah akan memanggilnya 'Sire', sebuah gelar kekaisaran.

Baca juga: ISIS Penggal dan Mutilasi 50 Orang di Lapangan Sepak Bola Mozambik


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penembakan Indianapolis 8 Tewas, Pelaku Teridentifikasi Berusia 19 Tahun

Penembakan Indianapolis 8 Tewas, Pelaku Teridentifikasi Berusia 19 Tahun

Global
[POPULER GLOBAL] Covid-19 Memburuk di Brasil | Jet Rusia Cegat Pesawat AS

[POPULER GLOBAL] Covid-19 Memburuk di Brasil | Jet Rusia Cegat Pesawat AS

Global
Cerita Anak-anak Indonesia, Mengenang Jasa Pangeran Philip dalam Hidup Mereka

Cerita Anak-anak Indonesia, Mengenang Jasa Pangeran Philip dalam Hidup Mereka

Global
6 Makhluk Mitologi Populer dari Zaman Kuno

6 Makhluk Mitologi Populer dari Zaman Kuno

Internasional
Melihat Kegiatan Ramadhan di Amerika, dari Tadarus Virtual hingga Vaksinasi Covid-19

Melihat Kegiatan Ramadhan di Amerika, dari Tadarus Virtual hingga Vaksinasi Covid-19

Global
Konflik dengan Ukraina Makin Panas, Rusia Batasi Pelayaran di Laut Hitam

Konflik dengan Ukraina Makin Panas, Rusia Batasi Pelayaran di Laut Hitam

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Mohammed Reza Shah Pahlavi, Raja Terakhir Iran yang Runtuh karena Pemberontakan

[Biografi Tokoh Dunia] Mohammed Reza Shah Pahlavi, Raja Terakhir Iran yang Runtuh karena Pemberontakan

Internasional
Tiap 10 Jam, FBI Buka Investigasi Baru Terkait Pemerintah China

Tiap 10 Jam, FBI Buka Investigasi Baru Terkait Pemerintah China

Global
Takut Kecoak, Istri Minta Pindah 18 Kali dalam 3 Tahun, Suami Tak Tahan dan Minta Cerai

Takut Kecoak, Istri Minta Pindah 18 Kali dalam 3 Tahun, Suami Tak Tahan dan Minta Cerai

Global
Video Viral Bos Dipukuli Karyawati dengan Tongkat Pel karena Chat Mesum, Akhirnya Dipecat

Video Viral Bos Dipukuli Karyawati dengan Tongkat Pel karena Chat Mesum, Akhirnya Dipecat

Global
Serius Rapat via Zoom, Anggota Parlemen Kanada Ketahuan Telanjang

Serius Rapat via Zoom, Anggota Parlemen Kanada Ketahuan Telanjang

Global
Junta Myanmar Bobol Kotak Amal Masjid dan Tembak Mati 2 Warga Sipil

Junta Myanmar Bobol Kotak Amal Masjid dan Tembak Mati 2 Warga Sipil

Global
Seorang Pria Nonton Film Porno, Kaget Pemerannya Ternyata Pacar Sendiri

Seorang Pria Nonton Film Porno, Kaget Pemerannya Ternyata Pacar Sendiri

Global
Perawat Brasil Bentuk 'Genggaman Palsu' untuk Tenangkan Pasien Covid-19

Perawat Brasil Bentuk "Genggaman Palsu" untuk Tenangkan Pasien Covid-19

Global
Cegah Kapal Perang Asing Masuk Ukraina, Rusia Tutup Selat Kerch

Cegah Kapal Perang Asing Masuk Ukraina, Rusia Tutup Selat Kerch

Global
komentar
Close Ads X