Bunuh dan Mutilasi 9 Orang, Pria Berjuluk "Pembunuh Twitter" Ini Dihukum Mati

Kompas.com - 15/12/2020, 15:30 WIB
Takahiro Shiraishi (tengah) terdakwa pembunuhan 9 orang yang dijuluki Twitter Killer, menutupi wajahnya saat dibawa ke pengadilan dari kantor polisi Tokyo, Jepang, 1 November 2017. STR/JIJI PRESS/AFPTakahiro Shiraishi (tengah) terdakwa pembunuhan 9 orang yang dijuluki Twitter Killer, menutupi wajahnya saat dibawa ke pengadilan dari kantor polisi Tokyo, Jepang, 1 November 2017.

OKYO, KOMPAS.com - Seorang pria di Jepang yang mendapat julukan "Pembunuh Twitter (Twitter Killer)" dihukum mati, setelah terbukti membunuh dan memutilasi sembilan orang.

Takahiro Shiraishi mengakui sudah membantai korban-korbannya, di mana mayoritas adalah perempuan berusia muda yang dia temui di Twitter.

Pengacara Shiraishi berargumen, kliennya seharusnya cukup mendapat hukuman penjara karena korbannya, berusia 15 sampai 26 tahun, sudah berniat bunuh diri.

Baca juga: 9 Mayat Terpotong dengan 2 Kepala Terpenggal di Boks, Gegerkan Tokyo

Pengacara dari "Pembunuh Twitter" berusia 30 tahun itu berkilah, para korban punya keinginan untuk mati, sebelum dibunuh kliennya.

Meski begitu, pengadilan Jepang tidak terpengaruh dengan argumentasi kuasa hukum Shiraishi dan menjatuhkan hukuman mati kepada dia.

"Tidak ada dari sembilan korban itu yang ingin mati. Termasuk melakukan kesepakatan secara diam-diam," jelas pengadilan dikutip NHK.

Hakim menerangkan, dia begitu geram karena selain sembilan korban dibunuh dan dimutilasi, martabat mereka sudah diinjak-injak oleh Shiraishi.

Dikutip AFP Selasa (15/12/2020), sidang Takahiro Shiraishi itu dihadiri oleh 435 orang, meski pengadilan hanya menyediakan 16 kursi.

Shiraishi diketahui menggunakan Twitter untuk menghubungi orang yang hendak bunuh diri. Dia mengaku bakal membantu rencana mereka, atau bahkan ikut mati bersamanya.

Ayah dari korban yang berusia 25 tahun seusai sidang bulan lalu menegaskan, mereka tidak akan pernah mengampuni Shiraishi meski dia sudah dihukum mati.

"Bahkan hingga saat ini, jika saya melihat gadis seusia putri saya, saya masih mengingatnya. Rasa sakit ini takkan berhenti. Kembalikan dia pada saya!" kata dia.

Jepang merupakan satu di antara negara maju yang masih menerapkan hukuman mati, dengan dukungan publik untuk kebijakan itu relatif tinggi.

Kali terakhir mereka melaksanakan eksekusi adalah pada Desember 2019, saat pria Tionghoa terbukti membunuh empat keluarganya.

Baca juga: Pengakuan Twitter Killer, Bunuh 9 Orang via Media Sosial dan Mutilasi Korbannya


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dokter Tak Bisa Masuk Rumah Sakit Tempat Navalny Dirawat

Dokter Tak Bisa Masuk Rumah Sakit Tempat Navalny Dirawat

Global
Kisah Kota Kuno di AS, Penduduknya Gemar Pesta Berhari-hari

Kisah Kota Kuno di AS, Penduduknya Gemar Pesta Berhari-hari

Global
China Terus Bentrok dengan Negara Barat, Begini Pembelaan Xi Jinping

China Terus Bentrok dengan Negara Barat, Begini Pembelaan Xi Jinping

Global
Ustaz Malaysia Dikecam Netizen karena Foto Bareng Selebgram Seksi

Ustaz Malaysia Dikecam Netizen karena Foto Bareng Selebgram Seksi

Global
Karena Kawin Lari, Pria India Ini Dihukum Jilat Ludah dan Minum Kencing

Karena Kawin Lari, Pria India Ini Dihukum Jilat Ludah dan Minum Kencing

Global
Orang Aborigin Tertua di Australia, Bagaimana Hidupnya?

Orang Aborigin Tertua di Australia, Bagaimana Hidupnya?

Global
Kisah Perang: Sejarah Penaklukan Konstantinopel oleh Turki Ottoman

Kisah Perang: Sejarah Penaklukan Konstantinopel oleh Turki Ottoman

Internasional
China Dukung Warganya Saling Melaporkan karena Mengunggah 'Opini Sesat' di Internet

China Dukung Warganya Saling Melaporkan karena Mengunggah "Opini Sesat" di Internet

Global
Filipina Siap Kerahkan Kapal Militer ke Laut China Selatan

Filipina Siap Kerahkan Kapal Militer ke Laut China Selatan

Global
India Perlebar Program Vaksin Covid-19 untuk Usia 18 Tahun ke Atas, Bagaimana Dampaknya ke Pasokan Global

India Perlebar Program Vaksin Covid-19 untuk Usia 18 Tahun ke Atas, Bagaimana Dampaknya ke Pasokan Global

Global
Mayat Penderita Covid-19 Tersapu ke Pantai, Vanuatu Tutup Negaranya Selama 3 Hari

Mayat Penderita Covid-19 Tersapu ke Pantai, Vanuatu Tutup Negaranya Selama 3 Hari

Global
Berpose Telanjang Bersama Anaknya yang Masih 7 Tahun, Wanita Ini Dipenjara

Berpose Telanjang Bersama Anaknya yang Masih 7 Tahun, Wanita Ini Dipenjara

Global
Cerita Sukses Rwanda sebagai Negara Termiskin di Dunia dalam Tangani Covid-19

Cerita Sukses Rwanda sebagai Negara Termiskin di Dunia dalam Tangani Covid-19

Internasional
Misteri Tabrakan Tesla Tanpa Pengemudi, Mobil Hangus 2 Orang Tewas

Misteri Tabrakan Tesla Tanpa Pengemudi, Mobil Hangus 2 Orang Tewas

Global
Hormati Orang yang Puasa, Satpam Ini Balik Badan Saat Makan

Hormati Orang yang Puasa, Satpam Ini Balik Badan Saat Makan

Global
komentar
Close Ads X