Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Kompas.com - 27/11/2020, 15:00 WIB
Guard of Honor yang dibentuk di Markas Militer Australia di Canberra pada Kamis (19/11/2020), sebelum temuan dari Inspektur Jenderal tentang penyelidikan kejahatan perang tentara Australia di Afghanistan diungkap. AAP IMAGE/MICK TSIKAS via APGuard of Honor yang dibentuk di Markas Militer Australia di Canberra pada Kamis (19/11/2020), sebelum temuan dari Inspektur Jenderal tentang penyelidikan kejahatan perang tentara Australia di Afghanistan diungkap.

CANBERRA, KOMPAS.com - Tentara Australia pada Jumat (27/11/2020) membekukan status 13 tentara, menyusul adanya laporan kejahatan perang di Afghanistan.

Panglima Angkatan Darat Rick Burr mengatakan, para tentara itu telah diberi pemberitahuan tindakan administratif yang akan membekukan mereka dalam 2 minggu, kecuali jika berhasil mengajukan banding.

Pekan lalu, hasil penyelidikan selama bertahun-tahun melaporkan bahwa pasukan khusus elite Australia (SAS) membunuh 39 warga sipil dan tahanan Afghanistan di luar hukum.

Baca juga: Tentara Australia SAS Terekam Tembak Mati Warga Afghanistan Tak Bersenjata

Laporan itu menyarankan agar 19 orang dirujuk ke Polisi Federal Australia, kompensasi dibayar ke keluarga korban, dan militer untuk melakukan banyak reformasi.

Burr mengatakan, proses hukum sekarang harus dihormati karena militer berupaya membawa mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran itu ke pengadilan.

"Kami semua berkomitmen untuk belajar dari penyelidikan dan kembali dengan lebih kuat dari ini, lebih cakap, dan efektif," katanya dikutip Kompas.com dari AFP.

Baca juga: Pemimpin Pasukan Australia SAS Paksa Anggota Baru Bunuh Tahanan di Afghanistan

"Setiap masalah dan keadaan individu akan dipertimbangkan berdasarkan kasus per kasus," lanjutnya.

Setelah tragedi 11 September 2001, lebih dari 26.000 personel berseragam Australia dikirim ke Afghanistan untuk berperang bareng Amerika Serikat dan para sekutu, melawan Taliban, Al Qaeda, dan kelompok-kelompok milisi lainnya.

Pasukan tempur Australia secara resmi meninggalkan Afghanistan pada akhir 2013, tetapi sejak itu serangkaian laporan tentang kebutalan mereka terus bermunculan.

Baca juga: Saksi Kejahatan Perang Australia di Afghanistan: Semua Benar


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Negara Tanpa Kasus Covid-19, Ada Korea Utara

12 Negara Tanpa Kasus Covid-19, Ada Korea Utara

Global
 Kondisi Honduras Memprihatinkan, 8.000 Orang Lebih Nekat Migrasi ke AS Melalui Perbatasan Guatemala

Kondisi Honduras Memprihatinkan, 8.000 Orang Lebih Nekat Migrasi ke AS Melalui Perbatasan Guatemala

Global
Hasil Otopsi Pramugari Christine Dacera Bukan Tewas Diperkosa 11 Pria, Ibunya Tidak Terima

Hasil Otopsi Pramugari Christine Dacera Bukan Tewas Diperkosa 11 Pria, Ibunya Tidak Terima

Global
50 Negara Bagian AS Waspada Penuh Jelang Pelantikan Joe Biden

50 Negara Bagian AS Waspada Penuh Jelang Pelantikan Joe Biden

Global
Mesir Temukan Peti Mati Kuno Lagi, Diklaim Temuan Terbesar 2021

Mesir Temukan Peti Mati Kuno Lagi, Diklaim Temuan Terbesar 2021

Global
China Bagi-bagi Vaksin Corona Gratis, Filipina Akan Dapat 500.000 Dosis

China Bagi-bagi Vaksin Corona Gratis, Filipina Akan Dapat 500.000 Dosis

Global
Manfaatkan Gedung Gereja, Vaksinasi Inggris Suguhkan Lantunan Musik Organ

Manfaatkan Gedung Gereja, Vaksinasi Inggris Suguhkan Lantunan Musik Organ

Global
Publik AS Sarankan Sosok Trump di Film Home Alone 2 Di-edit, Macaulay Culkin Sepakat

Publik AS Sarankan Sosok Trump di Film Home Alone 2 Di-edit, Macaulay Culkin Sepakat

Global
2 Hakim Wanita Ditembak Mati di Afghanistan, Teror Pembunuhan Makin Marak

2 Hakim Wanita Ditembak Mati di Afghanistan, Teror Pembunuhan Makin Marak

Global
[VIDEO] Harimau Terkam Jip Safari, Bumper-nya sampai Robek

[VIDEO] Harimau Terkam Jip Safari, Bumper-nya sampai Robek

Global
4.836 Kotak Es Krim di China Terkontaminasi Virus Corona, Pemerintah Kerja Keras Lacak Penyebarannya

4.836 Kotak Es Krim di China Terkontaminasi Virus Corona, Pemerintah Kerja Keras Lacak Penyebarannya

Global
Iran Uji Coba Rudal Balistik Lagi, Mampu Jangkau Samudra Hindia

Iran Uji Coba Rudal Balistik Lagi, Mampu Jangkau Samudra Hindia

Global
Massa Pendukung Trump Dituduh Ingin Bunuh Parlemen AS, Penyelidik: Kami Belum Temukan Bukti

Massa Pendukung Trump Dituduh Ingin Bunuh Parlemen AS, Penyelidik: Kami Belum Temukan Bukti

Global
Berpenduduk 1,3 Miliar, Begini Cara Vaksinasi Covid-19 di India

Berpenduduk 1,3 Miliar, Begini Cara Vaksinasi Covid-19 di India

Global
Selama Pandemi Covid-19 Tingkat Bunuh Diri di Jepang Melesat 16 Persen

Selama Pandemi Covid-19 Tingkat Bunuh Diri di Jepang Melesat 16 Persen

Global
komentar
Close Ads X