Dihukum Selama 5 Abad, Akhirnya Pria Ini Dapat Pembebasan

Kompas.com - 14/11/2020, 13:25 WIB
Juan Carlos Seresi (73 tahun) saat bersama cucu-cucunya setelah mendapatkan penangguhan hukuman 5 abadnya. Courtesy Patti Mawer Via CNNJuan Carlos Seresi (73 tahun) saat bersama cucu-cucunya setelah mendapatkan penangguhan hukuman 5 abadnya.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang pria yang dijatuhi hukuman penjara selama 5 abad karena pencucian uang mendapatkan penangguhan secara mencengangkan.

Seorang hakim pada Kamis (12/11/2020) secara singkat memangkas hukuman.

Juan Carlos Seresi, seorang terpidana pencucian uang yang semestinya baru bisa dibebaskan dari Biro Penjara federal pada 8 Juli 2419, tiba-tiba diperintahkan untuk dibebaskan "tanpa penundaan" oleh Hakim Pengadilan Distrik AS, Stephen V Wilson.

Seresi dapat pembebasan bersyarat selama 3 tahun, sehingga selama itu dia wajib lapor dan diawasi gerak-geriknya oleh polisi, menurut perintah Wilson.

Baca juga: Biden Siapkan Pemerintahan Transisi, Trump Lanjutkan Gugatan Hukum

"Ini keajaiban," kata Seresi setelah mendengar kabar dari putrinya, Patti Mawer, katanya kepada CNN.

Mawer (46) mengatakan, ayahnya telah berada di balik jeruji besi sejak dia masih remaja, tetapi tetap memiliki hubungan baik dengannya.

"Setelah semua ini berdoa dan semua harapan ini, dia tidak bisa memercayainya," tambah Mawer.

Baca juga: Kim Jong Un Ancam Beri Hukuman bagi Warga Korut yang Sisakan Makanan

Seresi (73) adalah 1 dari 4 terdakwa yang dijatuhi hukuman 505 tahun penjara pada 1991 karena pencucian uang tunai kartel kokain yang ditampilkan dalam laporan CNN yang diterbitkan pada Agustus.

Artikel tersebut mencatat bagaimana hukuman itu dianggap berat, bahkan saat itu dan mewakili jenis hukuman kejam yang sejak itu telah dikutuk secara luas di tengah percakapan nasional seputar reformasi peradilan.

Ketika kasusnya dibawa ke hadapan Wilson pada Agustus, dia menolak permintaan jaksa penuntut untuk membatalkan hukuman orang-orang tersebut "demi keadilan", karena perlakuan khusus yang diberikan kepada seorang saksi pemerintah oleh agen FBI yang tidak diungkapkan kepada pembela.

Baca juga: Kabinet Bangladesh Setujui Hukuman Mati bagi Pemerkosa

Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akhir Era Kanselir Jerman Angela Merkel Dimulai Saat CDU Memilih Pemimpin Partai Baru

Akhir Era Kanselir Jerman Angela Merkel Dimulai Saat CDU Memilih Pemimpin Partai Baru

Global
[Cerita Dunia] Sebelum Rentetan Kecelakaan Pesawat Terjadi, Ini Dia yang Pertama

[Cerita Dunia] Sebelum Rentetan Kecelakaan Pesawat Terjadi, Ini Dia yang Pertama

Global
Jajak Pendapat AS: Mayoritas Warga AS Tidak Ingin Trump Menjabat Lagi

Jajak Pendapat AS: Mayoritas Warga AS Tidak Ingin Trump Menjabat Lagi

Global
Berteman dengan China, Negara Kerajaan Ini Dapat 1 Juta Vaksin Sinovac Gratis

Berteman dengan China, Negara Kerajaan Ini Dapat 1 Juta Vaksin Sinovac Gratis

Global
Luo Lili, Sosialita yang Bunuh Diri Sambil Peluk Bayinya karena Depresi Hamil Tak Dinikahi

Luo Lili, Sosialita yang Bunuh Diri Sambil Peluk Bayinya karena Depresi Hamil Tak Dinikahi

Global
5 Racun Paling Mematikan di Dunia, Kena Sedikit Saja Langsung Tewas Seketika

5 Racun Paling Mematikan di Dunia, Kena Sedikit Saja Langsung Tewas Seketika

Global
Makin Kewalahan, Hampir 40 Persen Pasien Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit Brasil Meninggal Dunia

Makin Kewalahan, Hampir 40 Persen Pasien Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit Brasil Meninggal Dunia

Global
Pfizer Mengurangi Pengiriman Vaksin ke Eropa untuk Sementara Waktu

Pfizer Mengurangi Pengiriman Vaksin ke Eropa untuk Sementara Waktu

Global
Trump Akan Pindah ke Rumah Baru Tepat Saat Joe Biden Dilantik

Trump Akan Pindah ke Rumah Baru Tepat Saat Joe Biden Dilantik

Global
Pemerintah Trump Lanjutkan Eksekusi Mati Saat Sisa Jabatan Tinggal Hitungan Hari

Pemerintah Trump Lanjutkan Eksekusi Mati Saat Sisa Jabatan Tinggal Hitungan Hari

Global
Pemimpin Mayoritas Senat Minta Politisi Republik Pakai “Hati Nurani” Saat Putuskan Pemakzulan Trump

Pemimpin Mayoritas Senat Minta Politisi Republik Pakai “Hati Nurani” Saat Putuskan Pemakzulan Trump

Global
Kerusuhan Capitol Hill Dirancang Sejak Jauh-jauh Hari, Polisi Kecolongan

Kerusuhan Capitol Hill Dirancang Sejak Jauh-jauh Hari, Polisi Kecolongan

Global
Tolak Tes Covid-19, Pria Tua Ini Dilumpuhkan di Tanah oleh Para Petugas

Tolak Tes Covid-19, Pria Tua Ini Dilumpuhkan di Tanah oleh Para Petugas

Global
Wapres AS Mike Pence Dikabarkan Menghubungi Kamala Harris untuk Ucapkan Selamat

Wapres AS Mike Pence Dikabarkan Menghubungi Kamala Harris untuk Ucapkan Selamat

Global
Rusia Tinggalkan Open Skies dengan Salahkan AS, Jadi Ujung Kesepakatan Pasca Perang Dingin

Rusia Tinggalkan Open Skies dengan Salahkan AS, Jadi Ujung Kesepakatan Pasca Perang Dingin

Global
komentar
Close Ads X