Para Pejabat di AS Nyatakan Pemilu AS Aman, Tolak Klaim Donald Trump

Kompas.com - 13/11/2020, 14:36 WIB
Presiden Donald Trump meninggalkan podium usai berpidato di Gedung Putih, Kamis, 5 November 2020, di Washington. AP/Evan VucciPresiden Donald Trump meninggalkan podium usai berpidato di Gedung Putih, Kamis, 5 November 2020, di Washington.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Sebuah koalisi yang berisi pejabat federal dan negara bagian di Amerika Serikat ( AS) mengeluarkan pernyataan bersama yang mengatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pemilihan umum (pemilu) AS telah dicurangi.

Pernyataan tersebut sekaligus merupakan bantahan terhadap klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut bahwa pemilu AS telah dicurangi sebagaimana dilansir dari Associated Press, Jumat (13/11/2020).

Pernyataan itu menambahkan bahwa pemilu AS yang digelar pada 3 November tersebut adalah pemilu yang paling aman sepanjang sejarah berdirinya AS.

Para pejabat yang mengeluarkan pernyataan bersama itu adalah para anggota Komite Eksekutif Dewan Koordinasi Pemerintah Infrastruktur Pemilu (GCC) dan anggota Dewan Koordinasi Sektor Infrastruktur Pemilihan (SCC).

"Meskipun kami mengetahui ada banyak klaim dan peluang yang tidak berdasar untuk informasi yang salah tentang proses pemilihan kita, kami dapat meyakinkan Anda bahwa kami memiliki kepercayaan penuh pada keamanan dan integritas pemilihan kita, dan Anda juga harus melakukannya," tulis pernyataan itu.

Baca juga: Akses Informasi Intelijen yang Penting untuk Biden Ditunda oleh Trump

Pernyataan itu juga mengatakan jika rakyat AS memiliki pertanyaan, mereka bisa mengajukannya kepada para petugas pemilu AS sebagai sumber yang terpercaya.

Pernyataan tersebut disebarluaskan oleh Cybersecurity and Infrastructure Security Agency, sebuah lembaga keamanan siber milik pemerintah AS sekaligus lembaga yang memelopori upaya perlindungan terhadap pemilu AS.

Pernyataan tersebut juga disebarkan oleh Direktur Cybersecurity and Infrastructure Security Agency, Chris Krebs, melalui Twitter. Beberapa waktu lalu, dia dikabarkan akan dipecat oleh Trump.

Krebs telah vokal di Twitter dalam berulang kali meyakinkan rakyat AS bahwa pemilu AS terjamin aman dan suara mereka pasti dihitung.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa mereka tidak menemukan bukti bahwa sistem pemilu AS telah menghapus suara secara sengaja, mengubah suara, atau telah disusupi dengan cara apa pun.

Baca juga: Pilpres AS: Trump Tak Terima Kalah, Ajukan Gugatan Kedua di Michigan

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Global
Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Global
Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Global
Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Global
Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Global
Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Global
Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Global
Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
komentar
Close Ads X