Pemerkosa yang Bangkitkan Kemarahan Publik Mesir Akan Jalani Sidang Perdana

Kompas.com - 12/10/2020, 09:26 WIB
Ahmed Bassam Zaki diduga telah memperkosa dan melakukan serangan serta kekerasan seksual lebih dari 50 wanita di usianya yang masih belia, 20 tahun. Screenshot IG Assault PoliceAhmed Bassam Zaki diduga telah memperkosa dan melakukan serangan serta kekerasan seksual lebih dari 50 wanita di usianya yang masih belia, 20 tahun.

KAIRO, KOMPAS.com - Mesir pada Sabtu (10/10/2020) akan memulai persidangan eks-mahasiswa American University yang dituduh melakukan kekerasan seksual terhadap 3 remaja putri di bawah umur.

Kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang dilakukan Ahmed Bassam Zaki sempat membuat tagar #MeToo, gerakan perlawanan terhadap kekerasan seksual trending di media sosial Twitter Mesir.

Zaki telah ditahan sebelumnya pada bulan Juli setelah tuduhan terhadapnya viral di media sosial.

Melansir Associated Press (AP), persidangan kasusnya akan digelar dengan keamanan ketat di Pengadilan Kriminal distrik New Cairo. Zaki akan dipenjara seumur hidup jika terbukti bersalah.

Baca juga: Pria Ini Perkosa Lebih dari 50 Wanita, #MeToo Banjiri Media Sosial Mesir

Terdakwa menghadiri sesi prosedural tertutup pertama di mana jaksa membacakan dakwaan terhadapnya dan pengacara pembela mengajukan tuntutan mereka ke pengadilan. Sidangnya ditunda hingga 7 November.

Zaki menghadapi dakwaan pemerasan dan pelecehan seksual terhadap para wanita, yang masih di bawah umur.

Menurut tuduhan yang diposting di media sosial, terdakwa tersebut membuat grup atau kumpulan teman di Facebook, grup online atau klub sekolah, untuk menargetkan pelecehan seksual.

Menurut tuduhan, Zaki akan mulai dengan menyanjung targetnya, kemudian menekan para wanita dan gadis untuk berbagi foto intim yang kemudian dia gunakan untuk memeras mereka agar mau berhubungan seksual dengannya.

 

Jika tidak, dia mengancam akan mengirimkan foto-foto itu kepada keluarga mereka.

Baca juga: Tragedi Pemerkosaan Terhadap Lebih dari 50 Wanita, Mesir Mulai Anggap Kejahatan Seksual sebagai Kasus Penting

Eks mahasiswa itu berasal dari keluarga kaya dan belajar di American International School, salah satu sekolah menengah swasta termahal di Mesir dan American University di Kairo.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X