Pekerja Wanita Ini Tak Terima Mendapatkan Diskriminasi dan Pelecehan

Kompas.com - 15/08/2020, 20:58 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

"Dengan melakukan itu, manajer umum memaksa Powell untuk memilih antara melanjutkan pekerjaannya di McDonald's atau mengorbankan keyakinan agamanya yang dipegang teguh," bunyi gugatan itu.

Powell mengundurkan diri dari pekerjaannya pada April 2018.

Gugatannya menuduh Manajemen Susdewitt melanggar UU Praktik Ketenagakerjaan yang Adil Maryland dan UU Hak Sipil 1964.

Baca juga: Orang Asia dan Muslim di Inggris Tidak Tenang Langsungkan Idul Adha karena Stigma Penyebaran Covid-19

Pemilik Manajemen Susdewitt, Isaac Green, membantah "karakterisasi" gugatan itu, tetapi mengatakan perusahaan sedang meninjau tuduhan Powell dan akan "menanggapinya dengan tepat."

"Kami bangga dengan tenaga kerja kami yang beragam, dan kami memiliki kebijakan untuk menyediakan tempat kerja yang ramah dan untuk menghormati akomodasi yang mungkin dibutuhkan karyawan karena alasan agama," kata Green dalam pernyataan yang diberikan oleh juru bicara perusahaan McDonald's.

Gugatan itu juga mengklaim Powell dilecehkan secara seksual di tempat kerja, dengan beberapa manajer dan rekan kerja bertanya, apakah dia masih perawan dan manajer shift membuat pernyataan seksual eksplisit.

Baca juga: Dari Pemerkosaan sampai Sterilisasi, Ini Pengakuan Muslim Uighur yang Berhasil Bebas

"Tidak ada wanita Muslim yang pernah mengalami apa yang saya alami, dan saya berharap gugatan ini akan membantu wanita Muslim lainnya," kata Powell pada Kamis (13/8/2020), saat konferensi pers online dengan pengacaranya.

Zainab Chaudry, direktur CAIR di kantor Maryland, mengatakan pihaknya melihat kasus yang dialami Powell jumlah meningkat, di mana Muslim telah mendapati lingkungan kerja yang tidak bersahabat karena keyakinan mereka.

"Sayangnya, kasus yang mengganggu ini mengingatkan kita akan tantangan yang sering dihadapi karyawan Muslim di tempat kerja," katanya.

Baca juga: Muslim Uighur Diduga di Kamp Re-Edukasi Terancam Terjangkit Covid-19

Halaman:

Sumber Daily Mail
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Global
Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Global
Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Global
Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Global
Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Global
Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Global
Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Global
7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

Global
Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Global
Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Global
Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Global
Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Global
Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Global
4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

Global
[Cerita Dunia] Kecelakaan Mobil Putri Diana dan Kejanggalannya

[Cerita Dunia] Kecelakaan Mobil Putri Diana dan Kejanggalannya

Global
komentar
Close Ads X